Tampilkan postingan dengan label Cermin Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cermin Indonesia. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Juni 2013

Tilang Atau Damai ?


Pagi ini Team Polling Gubrak punya gawe istimewa. Bukan lagi mensurvey elektabilitas calon kepala daerah seperti yang biasa kami lakukan, akan tetapi tema polling yang kami usung kali ini adalah tentang pelanggaran lalu lintas yang jamak terjadi di sekitar kita. Responden yang kami ambil juga bukan lagi pengguna jejaring sosial, akan tetapi survey ini kami tujukan untuk internal Gubraker dengan metode mengirim pertanyaan dan wawancara melalui sms. Begini kurang lebih pertanyaannya :

1. Pernah di tilang Polisi ?
2. Berapa kali ?
3. Gimana penyelesaiannya ?
(Sidang atau Damai)

Hingga pukul 08.30 WIB team sudah mengumpulkan kurang lebih 85 responden dengan perincian jawaban sebagai berikut :

1. Pernah di tilang Polisi ?

Pernah : 70%
Belum Pernah : 30%

2. Berapa kali ?

Sekali : 55%
2 Kali : 10%
Berkali kali : 35%

3. Gimana penyelesaiannya ?

Sidang : 45%
Damai : 55%

Sebelum kami mengeksplore hasil wawancara dengan responden mengenai berapa besaran yang di bayar pelanggar lalu lintas baik yang melalui jalan sidang maupun damai, terlebih dulu mari kita tengok UU Lalu Lintas terutama yang berkenaan dengan pelanggaran dan denda.

UU Lalu Lintas

BAB XIII KETENTUAN PIDANA

Pasal 54
Barangsiapa mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak sesuai dengan peruntukannya, atau tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, atau tidak sesuai dengan kelas jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 3.000.0000,- (tiga juta rupiah).

Pasal 55
Barangsiapa memasukkan ke dalam wilayah Indonesia atau membuat atau merakit kendaraan bermotor, kereta gandengan, kereta tempelan, dan kendaraan khusus yang akan dioperasikan di dalam negeri yang tidak sesuai dengan peruntukan, atau tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, atau tidak sesuai dengan kelas jalan yang akan dilaluinya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan denda setinggi- tingginya Rp. 12.000.000,- (dua belas juta rupiah).

Pasal 56
Barangsiapa mengemudikan kendaraan bermotor, kereta gandengan, kereta tempelan dan kendaraan khusus di jalan tanpa dilengkapi dengan tanda bukti lulus uji sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah). Apabila kendaraan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ternyata tidak memiliki tanda bukti lulus uji, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 6.000.000,- (enam juta rupiah).

Pasal 57
Barangsiapa mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak didaftarkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 6.000.000,- (enam juta rupiah). Barangsiapa mengemudikan kendaraan bermotor tanpa dilengkapi dengan surat tanda nomor kendaraan bermotor, atau tanda nomor kendaraan bermotor sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah).

Pasal 58
Barangsiapa mengemudikan kendaraan tidak bermotor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 7 (tujuh) hari atau denda setinggi-tingginya Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Pasal 59
Barangsiapa mengemudikan kendaraan bermotor dan tidak dapat menunjukkan surat izin mengemudi sebagaimana dimaksud dalam pasal 18 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp 2.000.000,- (dua juta rupiah). Apabila pengemudi sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) ternyata tidak memiliki surat izin mengemudi, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 6.000.000,- (enam juta rupiah).

Pasal 60
Barangsiapa mengemudikan kendaraan bermotor di jalan dalam keadaan tidak mampu mengemudikan kendaraan dengan wajar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf a dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah). Barangsiapa mengemudikan kendaraan bermotor di jalan dan tidak mengutamakan keselamatan pejalan kaki sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah).

Pasal 61
Barangsiapa melanggar ketentuan mengenai rambu-rambu dan marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, gerakan lalu lintas, berhenti dan parkir, peringatan dengan bunyi dan sinar, kecepatan maksimum atau minimum dan tata cara penggandengan dan penempelan dengan kendaraan lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf d, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah). Barangsiapa tidak menggunakan sabuk keselamatan pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor roda empat atau lebih, atau tidak menggunakan helm pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor roda dua atau pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (1) huruf e, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp 1.000.000,- (satu juta rupiah). Barangsiapa tidak memakai sabuk keselamatan pada waktu duduk di samping pengemudi kendaraan bermotor roda empat atau lebih, atau tidak memakai helm pada waktu menumpang kendaraan bermotor roda dua, atau menumpang kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat (2) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah).

Pasal 62
Barangsiapa menggunakan jalan di luar fungsi sebagai jalan, atau menyelenggarakan kegiatan dengan menggunakan jalan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah).

Pasal 63
Barangsiapa terlibat peristiwa kecelakaan lalu lintas pada waktu mengemudikan kendaraan bermotor di jalan dan tidak menghentikan kendaraannya, tidak menolong orang yang menjadi korban kecelakaan, dan tidak melaporkan kecelakaan tersebut kepada pejabat polisi negara Republik Indonesia terdekat, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 6.000.000,- (enam juta rupiah).

Pasal 64
Barangsiapa tidak mengasuransikan kendaraan bermotor yang digunakan sebagai kendaraan umum, baik terhadap kendaraan itu sendiri maupun terhadap kemungkinan kerugian yang akan diderita oleh pihak ketiga sebagai akibat pengoperasian kendaraannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah).

Pasal 65
Barangsiapa tidak mengasuransikan orang yang dipekerjakannya sebagai awak kendaraan terhadap resiko terjadinya kecelakaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah).

Pasal 66
Barangsiapa melakukan usaha angkutan wisata sebagaimana dimaksud Pasal 38, atau melakukan usaha angkutan orang dan/atau barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 41 ayat (2) tanpa izin, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah).

Pasal 67
Barangsiapa mengemudikan kendaraan bermotor yang tidak memenuhi persyaratan ambang batas emisi gas buang, atau tingkat kebisingan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (1) dan ayat (2), dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda setinggi-tingginya Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah).


Gimana pendapat anda ?
Angka dendanya gila gilaan bukan ?

Tapi tunggu dulu. Angka angka itu merupakan angka maksimal dari denda yang harus di bayar oleh pelanggar lalu lintas. Artinya, belum tentu dendanya sebesar itu. Dan menurut penelusuran kami dalam wawancara dengan responden, jumlah uang denda yang di keluarkan tidaklah sebesar itu. Baik yang melalui proses persidangan maupun melalui cara KORUPTOR (damai).

Responden kami yang mengatakan menyelesaikan kasus itu dengan jalur damai rata rata menyebut angka antara Rp 20.000 - 150.000. Besarannya sangat variatif. Biasanya di sesuaikan dengan kemampuan negosiasi antara aparat dan pelanggar. Kalau anda cerdas meloby petugas, atau kebetulan petugasnya baik hati, anda mungkin akan di mintai uang minimal alias semampunya. Akan tetapi jika anda mudah di tekan petugas, bisa jadi uang yang mesti di keluarkan lebih besar lagi. Tergantung kemampuan loby anda. Tapi terlepas dari berapapun anda membayar pada petugas, secara hukum itu adalah kesalahan yang masuk kategori korupsi. Dan secara moral, anda ikut mengajari dan melestarikan kebiasaan korupsi pada aparat pemerintah.

Sementara itu yang mengatakan menyelesaikan kasus melalui jalur persidangan rata rata menyebut angka yang variasinya antara Rp 30.000 - 60.000, tergantung besar kecil atau banyak tidaknya pelanggaran. Denda di atas relatif moderat. Menurut penelusuran kami, selain di DKI Jakarta dan Kota besar lainnya, denda di pengadilan rata rata hanya berkisar di angka Rp 35.000. Dengan catatan responden tidak melibatkan calo di persidangan. Kalau menggunakan jasa calo untuk mengurus di persidangan biasanya yang hars di bayar lebih besar lagi.

Ada pendapat ?


SLIP BIRU atau MERAH, mana YANG MENGUNTUNGKAN ?

Biasanya jika kita menghendaki jalur legal (bukan jalur korupsi), Polisi akan mengeluarkan surat tilang yang warnanya dua macam. Yaitu biru dan merah.

Jika anda kooperatif dan mengakui kesalahan, polisi akan mengeluarkan slip berwarna biru. Di situ tertulis biodata kita, kendaraan, jenis pelanggaran dan besaran denda. Jika kita menerima slip warna biru, kita di minta membayar denda sebesar yang tertulis di slip dan membayar denda ke rekening bank tertentu. Baru kita bisa mengambil SIM atau STNK yang di sita di kantor polisi terdekat. Atau jika tidak, kita bisa membayarnya di loket pembayaran di kantor polisi terdekat sembari mengambil SIM atau STNK yang di sita.

Lalu berapa sebenarnya besaran denda yang tertulis dalam slip biru ?.
Besarannya tidak pasti. Bisa minimal, tapi juga bisa maksimal. Tergantung bagaimana kebijakan polisi yang menilang anda. Kami sarankan anda bertanya dahulu tentang besaran denda yang harus di bayar kepada petugas. Anda bisa mengajukan keberatan atas denda itu. Tapi jika polisi bersikeras, lebih baik anda meminta slip warna merah saja.

Slip warna merah berarti anda menyangkal dan menginginkan kasus itu di bawa ke pengadilan. Biasanya pengadilan tilang di gelar paling lambat 14 hari semenjak anda kejadian.

Lantas, rumit nggak ya sidang tilang ?.
Menurut penelusuran kami, prosedur sidang tilang tidaklah rumit. Sidang tilang biasanya di gelar secara massal di pengadilan. Artinya, di sana bukan hanya kita saja yang di sidang. Tapi banyak sekali. dan terkadang sekali sidang yang di panggil sampai 20 orang. Prosesnyapun simpel. Nama kita di panggil satu persatu lalu di tanya kesalahannya. Hakim kemudian menyebut angka denda yang harus di bayar. Sesudah itu kita tinggal membayarnya di loket tertentu dan mengambil SIM atau STNK yang di sita.

Rumit ?.
Tidak. Persidangan tilang tidak harus kita hadiri. Kalau anda malas menghadiri, tidak perlu datang. Tapi sidang tetap di gelar walau kita tidak hadir. Dan hasil sidang, berupa denda bagi pelanggar tetap di bacakan. Mereka yang tidak menghadiri sidang bisa mendatangi kantor pengadilan esok harinya dengan membawa slip warna merah dan langsung menuju loket pembayaran denda. Gampang khan ?

Kenapa denda tilang di persidangan angkanya kecil ?
Biasanya pengadilan di wilayah tertentu sudah menetapkan angka angka yang mesti di bayar bagi pelanggar lalu lintas. Misal, pelanggaran rambu rambu Rp 30.000, tidak punya SIM Rp 30.000, STNKnya sudah tidak berlaku Rp 30.000. Angka ini variatif, tergantung kebijakan hakim. Seperti yang kami kemukakan di atas, kota besar biasanya lebih mahal di banding kota kecil. Dan biasanya tidak ada yang lebih dari Rp 100.000, kecuali kita melakukan pelanggaran berat semisal menabrak rambu rambu, menabrak orang atau melakukan tindakan tidak terpuji lainnya yang masuk kategori berat. Pun juga hakim akan berfikir seribu kali untuk mendenda kita dengan jumlah besar, karena seperti yang kita tahu, itu persidangan massal. Jika keputusan hakim memberatkan bisa jadi akan memicu kemarahan massa.

Jadi jangan pernah takut menghadiri persidangan tilang...
Membayar denda ke pengadilan berarti anda membantu negara sekaligus belajar untuk disiplin dan taat hukum. Tapi jika anda mengambil jalur damai, berarti anda hanya akan menyuburkan korupsi di tubuh aparat.

Lagian, kasihan juga kalau di akhirat banyak polisi yang masuk neraka. Bareng anda pula...
Betul tidak ???

by : Tampoll Gubrak


Rabu, 15 Mei 2013

Polling Pilgub Jateng : Bibit dan Ganjar Bersaing Ketat, Hadi Prabowo Kuda Hitam

Pilgub Jawa Tengah yang rencananya bakal di gelar pada 26 Mei 2013 nanti di prediksikan akan berjalan sangat ketat. Setidaknya itu yang tergambar dalam polling yang di gelar  Tampoll Gubrak (Team Polling Gubrak) mulai tanggal 17 April – 14 Mei 2013. Tidak seperti polling sebelumnya yang hanya mengambil sampel 6 kota besar di Jawa Tengah, survey tahap kedua ini di gelar di 35 kabupaten/kota dan melibatkan 535 responden pengguna jejaring sosial, facebook. Dan dari survey yang kami gelar selama 27 hari ini Bibit Waluyo – Sudijono Sastroatmodjo menduduki peringkat teratas, di susul pasangan dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo - Heru Sudjatmoko dengan selisih tipis dan terakhir Hadi Prabowo – Don Murdono.

Total Responden : 535

1. Hadi Prabowo  - Don Murdono : 16,82%
2. Bibit Waluyo – Sudijono Sastroatmodjo : 24,04%
3. Ganjar – Heru Sudjatmoko : 22,86%
4.Tidak Tahu : 36,26%

Margin Error : 2,5%


Bibit Waluyo – Sudijono

Pasangan petahana ini sejak awal memang di unggulkan bakal memenangkan kursi gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah. Catatan polling pertama kami di 6 kota Jawa Tengah  yang kami gelar sebelum pengundian nomer urut oleh KPUD juga mengunggulkan calon yang di usung Partai Demokrat, Partai Golkar dan PAN dengan raihan angka 22,16%. Unggul atas Ganjar – Heru (17,67%) dan Hadi – Don (15,3%). Yang membedakan antara polling pertama dan kedua ini adalah selisih pasangan Bissa dan Ganjar – Heru. Jika di fase pertama selisih kedua pasangan ini sekitar 4,49%, kali ini tinggal menyisakan keunggulan 1,18%.
Dari segi penguasaan basis pendukung. Bibit  -  Sudijono terlihat unggul cukup signifikan di eks Karesidenan Semarang yang meliputi Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang, Demak, Kendal dan Purwadadi. Selain eks Karesidenan Semarang, di beberapa kabupaten di pantura sebelah timur Jawa Tengah (eks Karesidenan Pati) pasangan ini juga berpotensi menang . Demikian juga di kabupaten kabupaten yang dulu merupakan wilayah karesidenan Pekalongan. Sementara di belahan selatan Jawa Tengah, Bissa mendapat dukungan kuat di eks Karesidenan Banyumas dan Kedu. Satu satunya yang sulit di tembus adalah kabupaten kabupaten yang berada dalam lingkup eks karesidenan Solo.

Afiliasi Pemilih

Kendati di dukung oleh Partai Demokrat, Partai Golkar dan PAN, akan tetapi sumber suara pasangan Bibit – Sudijono relatif  cair. Responden yang mengatakan akan memilih Demokrat pada pemilu 2014, hanya 33,3% yang menjatuhkan pilihannya pada pasangan ini. Pemilih Partai Golkar yang menyatakan akan memilih Bibit sekitar 34,61%. Sementara pemilih PAN, 50% nya memilih kandidat ini. Walaupun pemilih Partai Demokrat dan Partai Golkar sebagian besar tidak memilih Bissa, akan tetapi pasangan ini mendapatkan limpahan suara cukup dari hampir semua simpatisan parpol yang ada dan juga dari kelompok yang menyatakan belum menentukan pilihan partainya.


Ganjar Pranowo  - Heru Sudjatmoko

Dari ketiga pasangan calon, agaknya duet anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan dan Bupati Purbalingga ini merupakan kandidat yang paling banyak mengalami kemajuan. Jika di polling pertama mereka mendapatkan dukungan sekitar 17,67% dari responden, polling kali ini Ganjar  - Heru mengalami kenaikan pesat dengan membukukan dukungan 22,86% atau selisih tipis (1,18%) dengan pasangan nomer urut dua.  Kalau melihat trend positif yang di raih, agaknya pasangan nomer urut tiga ini berpotensi besar menyalip di tikungan.

Basis pemilih Ganjar – Heru yang paling utama adalah wilayah Jawa Tengah bagian selatan, terutama kabupaten kabupaten yang berada di eks Karesidenan Solo. Di kandang banteng ini Ganjar unggul 36,84%. Sementara Bibit – Sudijono 13,68%, HP - Don 15,78% dan belum menentukan 33,68%. Pasangan ini juga di perkirakan berpotensi menang di eks karesidenan Kedu dan Banyumasan. Sementara di Jateng utara, terutama eks karesidenan Pekalongan, dukungan untuk pasangan ini juga kuat.


Pemilih Loyal PDI Perjuangan

Kendati hanya di usung oleh satu partai, akan tetapi dari segi loyalitas, pemilih PDI Perjuangan juaranya. Responden yang menyatakan akan memilih PDI Perjuangan di pemilu 2014, 59,09% juga memilih Ganjar -  Heru. Pasangan ini juga mendapat dukungan dari lintas partai dan juga dari kelompok swing voter dalam jumlah signifikan. 

Kendati trennya terus menanjak, akan tetapi pasangan ini bukan tanpa rintangan. Sikap Rustriningsih yang belakangan melabuhkan dukungannya pada pasangan nomer urut pertama (Hadi Prabowo – Don Murdono) bisa saja mengubah pikiran responden yang memilih Ganjar. Bagaimanapun Rustriningsih adalah kader PDI Perjuangan yang  punya banyak pendukung di Jawa Tengah. Apalagi polling ini di gelar sebelum Rustri mengeluarkan sikap resminya mendukung HP – Don.


Hadi Prabowo – Don Murdono

Berada di peringkat tiga dengan torehan 16,82% dalam polling, bukan berarti pasangan ini sudah bisa di pastikan akan kalah. Selain belum satupun pesaing yang mampu melewati angka 30%, pasangan nomer urut satu ini belakangan mendapat suntikan dukungan dari wakil gubernur Jawa Tengah yang juga kader PDI Perjuangan, Rustriningsih. Faktor terakhir ini kemungkinan akan menjadi kartu as bagi pasangan yang di usung PPP, PKB, PKS, PKNU, Gerindra dan Hanura. 

Mesti di ingat, walaupun 59,09% pemilih PDI Perjuangan memilih Ganjar, tapi dari data polling yang kami himpun masih ada sekitar 15,9% massa PDI Perjuangan yang belum menentukan pilihan. Sebagian karena memang kurang respek dengan calon yang ada, akan tetapi berdasarkan wawancara kami, sebagian beralasan karena jagoannya Rustriningsih tidak di rekomendasikan partai. Maka, jika perintah Rustri untuk mendukung HP Don ini di turuti pendukungnya, peluang Hadi Prabowo – Sudijono untuk menang terbuka lebar.

Peta  Dukungan Massa Parpol

01. Partai Nasional Demokrat 

1. Hadi Prabowo  - Don Murdono : 0%
2. Bibit Waluyo – Sudijono Sastroatmodjo : 50%
3. Ganjar – Heru Sudjatmoko : 25%
4.Tidak Tahu : 25%

02. Partai Kebangkitan Bangsa 

1. Hadi Prabowo  - Don Murdono : 47,36%
2. Bibit Waluyo – Sudijono Sastroatmodjo : 0%
3. Ganjar – Heru Sudjatmoko : 26,31%
4.Tidak Tahu : 26, 31%

03. Partai Keadilan Sejahtera 

1. Hadi Prabowo  - Don Murdono : 45%
2. Bibit Waluyo – Sudijono Sastroatmodjo : 20%
3. Ganjar – Heru Sudjatmoko : 20%
4.Tidak Tahu : 15%

04. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 

1. Hadi Prabowo  - Don Murdono : 4,54%
2. Bibit Waluyo – Sudijono Sastroatmodjo : 20,45%
3. Ganjar – Heru Sudjatmoko : 59,09%
4.Tidak Tahu : 15,9%

05. Partai Golongan Karya 

1. Hadi Prabowo  - Don Murdono : 11,53%
2. Bibit Waluyo – Sudijono Sastroatmodjo : 34,61%
3. Ganjar – Heru Sudjatmoko : 23,07%
4.Tidak Tahu : 30,76%

06. Partai Gerakan Indonesia Raya 

1. Hadi Prabowo  - Don Murdono : 23,4%
2. Bibit Waluyo – Sudijono Sastroatmodjo : 44,68%
3. Ganjar – Heru Sudjatmoko : 12,76%
4.Tidak Tahu : 19,14%

07. Partai Demokrat 

1. Hadi Prabowo  - Don Murdono : 38,88%
2. Bibit Waluyo – Sudijono Sastroatmodjo : 33,33%
3. Ganjar – Heru Sudjatmoko : 16,66%
4.Tidak Tahu : 11,11%

08. Partai Amanat Nasional 

1. Hadi Prabowo  - Don Murdono : 5,55%
2. Bibit Waluyo – Sudijono Sastroatmodjo : 50%
3. Ganjar – Heru Sudjatmoko : 5,55%
4.Tidak Tahu : 38,88%

09. Partai Persatuan Pembangunan 

1. Hadi Prabowo  - Don Murdono : 28,57%
2. Bibit Waluyo – Sudijono Sastroatmodjo : 42,85%
3. Ganjar – Heru Sudjatmoko : 14,28%
4.Tidak Tahu : 14, 28%

10. Partai Hati Nurani Rakyat 

1. Hadi Prabowo  - Don Murdono : 33,33%
2. Bibit Waluyo – Sudijono Sastroatmodjo : 33,33%
3. Ganjar – Heru Sudjatmoko : 0
4.Tidak Tahu : 33,33%

*14. Partai Bulan Bintang 

*15. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia 

*Responden yang menyatakan akan memilih PBB dan PKPI relatif masih minim.


Hasil polling bila tanpa menyertakan PEMILIH ABSTAIN

1. Hadi Prabowo  - Don Murdono : 26,39%
2. Bibit Waluyo – Sudijono Sastroatmodjo : 37,77%
3. Ganjar – Heru Sudjatmoko : 35,87%

Margin Error : 2,5%


Oleh : Team Polling Gubrak (Tampoll Gubrak)

Sabtu, 04 Mei 2013

Arab Spring dan Peluang Indonesia Menjadi Kiblat Muslim Dunia

 Pict : http://www.shnews.co/

"Terlepas dari masalah korupsi dan lain sebagainya, kita harus mengakui bahwa Indonesia jauh lebih baik dari negara negara 'islam' lainnya, dalam hal demokrasi"

(Hasibullah Satrawi, Pengamat Timur Tengah)

Menarik sekali apa yang di ucapkan salah satu pengamat politik Timur Tengah ini mengenai pencapaian Indonesia dalam membangun sistem demokrasi yang stabil dan jauh dari konflik kekerasan. Tentu ada beberapa bagian yang harus terus menerus kita perbaiki, tetapi kemajuan yang di capai bangsa Indonesia adalah sesuatu yang layak di syukuri.

Dalam ceramahnya di acara diskusi bulanan Gusdurian, Satrawi menjelaskan bahwa masa transisi sebuah rezim di Timur Tengah pada umumnya hanya di tempuh melalui dua hal. Pertama melalui pergolakan revolusi yang seringkali berdarah darah, dan kedua transisi berdasarkan faktor keturunan. Timur Tengah tak ubahnya merupakan kumpulan kerajaan kerajaan yang di sana kebebasan berpendapat sangat di batasi, tidak ada demokrasi dan segala sesuatunya di tentukan oleh penguasa tunggal. Baik yang murni berbentuk kerajaan, maupun negara negara yang mengadopsi sistem lain.

Revolusi Tunisia, Mesir dan Libya misalnya, adalah sebuah contoh di mana transisi kekuasaan harus di tempuh dengan cara yang sangat radikal, alot, berdarah darah dan terkadang membutuhkan waktu yang sangat lama. Itupun dalam perjalanan di fase selanjutnya, mereka harus melalui konflik demi konflik yang terkadang sulit untuk di kontrol. Mesir pasca revolus misalnya, gesekan antar faksi yang dulu bersatu menggulingkan Mubarak masih sangat kentara. Terutama antara kubu konservatif yang di wakili Ikhwanul Muslimin dan sekarang memegang kekuasaan, dan kubu moderat yang berada di kubu oposisi. Pergulatan di antara kedua kekuatan ini di lapangan juga masih menyisakan letupan letupan berupa kekerasan fisik. Begitupun yang terjadi di Irak, Libya dan sebagainya.


Benang Kusut Suriah

Dua tahun sudah berlalu sejak pecah demonstrasi rakyat Suriah yang akhirnya berujung pada perang saudara. 100.000 nyawa melayang sia sia, jutaan lainnya hidup tak menentu di kamp kamp pengungsian. Hingga hari ini tidak satupun orang yang bisa memastikan kapan konflik itu akan segera berakhir. Revolusi Suriah menurut Satrawi tak ubahnya sebuah revolusi yatim dimana tak ada satupun kekuatan yang sanggup mengontrolnya.

Konflik itu nyatanya tidak sekedar melibatkan Bashar Al Asad dan kubu oposisi, akan tetapi sudah melebar kemana mana. Ada Saudi dan beberapa sekutunya yang terlibat membantu oposisi dalam hal pendanaan dan penyediaan tempat latihan. Ada Turki yang di duga memasok peralatan tempur dan mengendalikan milisi milisi anti Assad. Ada Amerika dan sekutu Eropanya yang diam diam mengirimkan ahli strateginya untuk membantu kaum oposisi. Sementara di kubu Assad, banyak pihak yang juga membantunya, seperti Iran dan Rusia.

Di medan tempur, selain tentara Suriah dan pasukan oposisi (FSA) yang terlibat pertarungan sengit, hadir pula petempur petempur yang datang dari luar Suriah. Al Qaeda misalnya, konon sudah memerintahkan anggotanya yang ada di Irak, Libya, Afghanistan dan lain sebagainya untuk menjadikan Suriah sebagai ladang jihad utama. Seperti yang kita tahu, Al Qaeda merupakan organisasi militan yang sudah banyak makan asam garam pertempuran. Mereka sangat kuat dan berpengalaman. Sementara di kubu seberang, ada petempur Hizbullah yang berbasis di Libanon dan terlibat langsung di medan perang.

Situasi inilah yang menurut Satrawi menjadikan Suriah berbeda dengan revolusi lain. Bahkan Amerika Serikat yang biasanya tegas dalam mengambil sikap, kini di landa kegamangan. Memang, Amerika sejatinya menginginkan Bashar Assad turun dari singgasananya. Lenyapnya Assad dari Suriah setidaknya bagi Amerika akan sangat mengurangi pengaruh Iran, musuh bebuyutannya. Akan tetapi untuk membantu oposisi secara total, Amerika juga dalam posisi dilematis. Sebab di sana ada  Al Qaeda yang juga menjadi momok bagi Amerika. Menyerbu Suriah bisa jadi akan melapangkan jalan radikalis menguasai Suriah. Makanya taktik yang di pakai oleh Amerika adalah dengan menarik ulur konflik. Dia hanya akan memberikan sedikit bantuan jikalau posisi pemberontak Suriah sudah mulai terdesak. Tapi ketika kedua belah pihak mencapai posisi seimbang, Amerika akan memilih diam.


Indonesia Punya Kesempatan

Secara umum, konflik di Suriah dan negara Timur Tengah lainnya tidak memberikan dampak besar pada masyarakat Indonesia. Kalaupun ada, eksesnya sangat kecil dan tidak sampai menimbulkan gesekan fisik antara yang pro pemerintah Suriah dan lawannya. Kenapa ?.

Karena setidaknya yang sekarang ini berkonflik adalah dua kekuatan yang selama ini justru seringkali membuat repot mainstream muslim di Indonesia. Satu pihak adalah kaum salafi dukungan Saudi dan sekutunya. Yang di Indonesia sering berbuat onar. Sementara di lain pihak ada kubu Syiah yang juga tak kalah merepotkannya. Maka tidak ada gunanya bagi Indonesia untuk memihak salah satu dari kedua kubu.

Yang mestinya di lakukan bangsa Indonesia, baik umat Islam maupun pemerintah adalah memanfaatkan situasi yang terjadi di Timur Tengah untuk menaikkan daya tawarnya di kancah internasional. Minimal di mata negara negara berpenduduk Islam lainnya. Yang dalam bahasa Hasibullah Satrawi, target yang masuk akal untuk kita adalah menjadikan Indonesia sebagai kiblat bagi negara negara Islam.

Di dunia Islam, sedikit sekali negara yang boleh di katakan mengusung demokrasi yang stabil dan kokoh. Satrawi menyebut, hanya ada 3 negara 'islam' yang bisa di anggap mapan dalam demokrasi. Iran, Turki da Indonesia.

Iran adalah negara yang sistem demokrasinya relatif stabil. Namun memiliki sedikit kelemahan. Yaitu faktor ke'syiah'an Iran. Kelompok ini di dunia Islam adalah kelompok yang relatif kecil. Jadi cukup mustahil kalau negara negara lain bersedia menjadikan Iran sebagai kiblat politik. Yang kedua adalah Turki. Negara yang wilayahnya berada di dua benua ini di kenal memiliki sistem demokrasi yang mapan dan teruji stabil. Akan tetapi Turki juga bukan tanpa kelemahan. Negara ini sejak awal sudah memproklamirkan diri sebagai negara sekuler. Di mana mereka memisahkan sama sekali antara agama dan negara. Di mata negara sekuler lain, baik Amerika maupun Eropa, mungkin Turki adalah bentuk ideal, akan tetapi sepertinya tidak akan di terima oleh banyak negara negara Islam. Oleh sebab itu, mustahil juga negara negara Islam bersedia mengadopsi Turki sebagai model. Dan paling mungkin adalah Indonesia. Negara yang tidak secara tegas menjelma sebagai negara sekuler maupun agama. Akan tetapi mengakomodir keduanya ke dalam sebuah sistem.

Selain daripada itu, Indonesia juga berpeluang menjadi barometer, menjadi kiblat bagi negara negara Islam lainnya dalam hal mengelola konflik sektarian. Namun begitu, tergantung kepada kita semua dan terutama pemerintah Indonesia, apakah mampu memanfaatkan celah ini atau tidak.


Jakarta, Mei 2013
Di ramu dari acara diskusi Jum'at Pertama Gusdurian di Kantor Wahid Institute, Matraman, Jakpus

Sabtu, 27 April 2013

SANG PENDAMAI

"Rekonsiliator itu tidak harus terkenal, tidak perlu terkenal dan kalau perlu adalah orang orang yang sama sekali tidak di kenal. Ia adalah seseorang yang hanya mengerti bahasa bekerja, dan setelah apa yang ia kerjakan selesai, maka ia di lupakan".

Kutipan yang mungkin tidak lengkap ini saya petik dari salah seorang tokoh, ulama sekaligus pejabat penting dalam struktur NU di salah satu kota Jawa Tengah. Saya tidak berani menyebut nama, karena dalam tausiyahnya beliau mengatakan agar apa yang ia sampaikan tidak perlu terlalu di blow up di media. Namun demikian, rasanya substansi yang beliau sampaikan saya anggap penting untuk di ketahui, terutama bagi mereka yang konsen terhadap tema tema perdamaian dan keadilan.

Sang tokoh ini kemudian memaparkan sebuah cerita menarik bagaimana beliau dan timnya menangani wabah radikalisme atas nama agama yang begitu marak di kota tempat tinggalnya dan juga terjadi di tempat lain. Tidak seperti yang biasa kita lihat di permukaan, yang penanganannya lebih mengedepankan gaya lugas, masif bahkan militeristik. Rekonsiliator sejati menggunakan cara yang lebih lunak dan terkadang mesti menabrak pakem yang ada. Penekanannya ada di sisi kemanusiaan. Setegas apapun karakter seseorang, sekeras apapun tindakan seseorang dan sejahat apapun dia, tentu ada sisi manusiawinya. Maka pendekatan yang paling mungkin bisa di lakukan adalah pendekatan kemanusiaan.

Dalam menangani kasus laskar jihad misalnya, beliau mencontohkan hal kecil namun menarik untuk di tiru. Ketika para milisi ini berangkat ke medan 'jihad', sudah pasti mereka meninggalkan keluarga yang ada di rumah. Istri, anak, saudara dan lain sebagainya. Yang mungkin secara ekonomi akan mengalami kebuntuan akibat di tinggalkan oleh tulang punggungnya. Dari sinilah tim masuk. Mengumpulkan dana, bersilaturahmi dan membantu meringankan beban keluarga yang di tinggalkan itu. Tidak cukup sampai di situ, ketika pelaku (anggota laskar) kemudian tertangkap dan di jebloskan ke penjara oleh aparat berwenang, tim juga mengirimkan konselor, pendamping dan pengajar ke penjara.

Yang menarik, semua yang di lakukan di atas tidak menyertakan simbol simbol, bendera organisasi atau apa saja yang berpotensi memicu resistensi. Semacam operasi senyap, di mana sasaran tidak pernah tahu dan tidak sadar bahwa mereka sedang di upayakan untuk berdamai dengan pihak di seberang. Baru setelah semua proses selesai, di mana dendam dan kebencian sudah terkikis, waktu yang akan membukanya.

Sebuah pekerjaan yang menurut saya sangat cerdas, rapi dan tepat sasaran. Maka ada benarnya, bahwa rekonsiliator memang harus tidak terkenal. Dia hanya mengerti bahasa bekerja, tanpa perlu publikasi, tanpa perlu di kenal. Yang dalam doktrin Gubrak kita mengenal kalimat "Rela Tidak Populer Demi Persatuan dan Kesatuan Bangsa".

Ada banyak konflik di sekitar kita. Baik konflik politik, konflik ideologi, konflik etnis dan lain sebagainya. Yang ke semuanya membutuhkan penanganan komprehensif. Membutuhkan figur figur yang mengerti bagaimana mengelola konflik agar menjadi energi positif yang bermanfaat.


# Kalau semua orang sibuk mengurusi kaum santri, lalu siapa yang mengurusi abangannya?
# Kalau semua orang sibuk bertempur, lalu siapa yang menjadi dokternya ?
# Kalau semua orang sibuk menjadi bapak, lalu siapa yang berperan sebagai ibunya ?

Minggu, 17 Maret 2013

Layanan Gratis Sms Bangun Subuh GUBRAK!!!

Ini adalah program gratis dari GUBRAK dimana anda akan mendapatkan servis berupa Sms Sangun Subuh setiap hari sepanjang tahun tanpa perlu mengeluarkan biaya sedikitpun. Program ini mulai mengudara pada tanggal 13 Maret 2010 hingga sekarang dan menyasar 700 lebih pengguna ponsel seantero Indonesia.
Layanan ini di gawangi oleh relawan relawan terbaik Gubrak.
Dengan bergabung di program SBS, anda berkesempatan untuk menambah pengetahuan tentang ke Indonesiaan melalui sms sms yang kami kirim ke HP anda.
Selain itu, anda juga berkesempatan untuk membangun korespondensi sesama Gubraker (sebutan anggota GUBRAK) melalui program tukar nomer HP, tukar email facebook dan lain lain.
Sms subuh makin seru dengan sisipan sisipan sms LUCU terkini yang sudah pasti membuat anda ngakak...
Ketik : SBS/Nama Akun FB (email)/Tanggal Lahir/Domisili/Nomer HP
Contoh : SBS/Komandan Gubrak(gubrakkomandan@rocketmail.com)/20-09-79/Jakarta/08123456789

Untuk mendaftakan teman agar dapat layanan Sms Bangun Subuh
Ketik : Akunmu/SBS/Email (akun FB teman)/Tanggal Lahir Teman/Domisili Teman/Nomer HP Teman
Contoh :Komandan Gubrak/SBS/Paijo88@yahoo.com (Paijo Stres)/19-07-87/Aceh/08181818XXX

Kirim ke :
085776412809 
(Hafidz)
085645049578 
(Lestari)
* untuk pengguna Indosat
081946850869 
(Harun)
081913443080 
(Imam)
* untuk pengguna XL
085203071071
(Yuyun)
* untuk pengguna Telkomsel

083899037416
(Komandan Gubrak)
* untuk pengguna Axis, Esia, Fren dll

*Hanya yang sudah terdaftar sebagai Gubraker yang boleh mendaftarkan temannya
*Khusus bulan Ramadhan, sms di kirim sesuai jadwal sahur anda
Selamat bergabung....

Senin, 18 Februari 2013

Anas dan SBY Menjebak KPK dan Pakta Integritas Tanpa Integritas

“Papi, jelaskan konspirasi Anas dan SBY terhadap KPK dan Pakta Integritas setia pada SBY. Mohon pencerahannya, Papi!” pinta Monahara remaja usia 17 tahun 5 bulan, cantik, seksi, bertakwa, iman, berjilbab, pandai berbahasa Arab, Prancis, Jerman dan Inggris kepada ayahnya Sabung tukang sabung ayam Bangkok tetangga saya.

Pakta Integritas tidak mengubah apapun dalam Partai Demokrat. Pakta Integritas hanyalah sandiwara politik pencitraan ala SBY di tengah integritas PD yang babak-belur, rating dan hasil survey menunjukkan PD sebagai partai gurem. SBY dan pengurus PD beserta petingginya melakukan pencitraan seolah-olah PD sedang mengalami krisis. Padahal ini hanya pencitraan politik biasa. Justru Pakta Integritas ini adalah jebakan Anas dan SBY terhadap KPK, sebuah Pakta Integritas tanpa integritas.
“Loh apa hubungannya?” tanya Monahara si jelita sambil membetulkan jilbabnya lagi.

Mengherankan, berbondong-bondong para orang cerdas cerdik pandai yang tergabung dalam gerbong politik Partai Demokrat menandatangani Pakta Integritas untuk bersetia kepada Susilo Bambang Yudhoyono. Sepuluh butir isi Pakta Integritas itu pada intinya untuk memberikan jaminan bahwa para pengurus dan kader setia kepada partai. Para pengurus bersedia berlaku baik demi nama baik partai dan seterusnya. Namun senyatanya tak ada apa-apa antara Anas dengan SBY, yang ada adalah upaya penyelamatan baik untuk Anas dan buat SBY. Anas dan SBY tidak boleh pecah kongsi karena keduanya saling membutuhkan. Keduanya saling memegang kunci keselamatan.

“Papi, apakah maksud sesungguhnya dari Pakta Integritas Partai Demokrat ini? Apakah Pakta Integritas ini akan efektif untuk Partai Demokrat? Ataukah Pakta Integritas ini hanya pepesan kosong dalam ranah politik pencitraan gaya SBY?” tanya Monahara sambil melepaskan jilbab di depan ayahnya, aku ngintip lewat jendela rumah Sabung yang lebar.

Pertama, Pakta Integritas hanyalah upaya memerkuat posisi SBY dalam pertarungan perebutan peran politik menjelang 2014. SBY merasa Anas Urbaningrum semakin kuat. SBY harus bertindak karena dia tahu Anas memiliki kekuatan yang bisa mengubah tujuan SBY yang akan mendudukkan anggota keluarganya Ani Yudhoyono atau Pramono Edhie Wibowo sebagai calon presiden.

Kedua, SBY menyalip di tikungan dan memanfaatkan tuduhan terhadap Anas terkait kasus Hambalang dan korupsi lainnya yang hanya berdasarkan tudingan dan nyanyian M. Nazaruddin. Secara hukum Anas masih bersih dan tak tersangkut masalah hukum.

Ketiga, SBY gerah dengan kondisi Partai Demokrat yang semakin terpuruk akibat korupsi para kadernya. Para koruptor dari Partai Demokrat sungguh culun dan tidak professional cara mengorupsi uang. Partai demokrat seharusnya belajar dari korupsi PKS dan Golkar yang sudah sangat canggih sehingga sangat sulit untuk dilacak - kecuali apes atau sedang bad luck seperti yang menimpa Luthfi Hasan Ishaaq Presiden PKS terkait sapi impor yang dibumbui dengan gratifikasi seks dengan pelaku Ahmad F dan Maharany Suciono.

Keempat, Pakta Integritas itu ternyata juga tidak mengambil alih wewenang dan tugas serta fungsi Anas Urbaningrum. Pakta Integritas itu hanya jebakan bagi KPK oleh SBY dan Anas agar KPK melakukan langkah kejelasan dan tidak menyandera Partai Demokrat terkait kasus korupsi Anas yang dituduhkan oleh M. Nazaruddin. Buktinya Anas masih berkuasa di DPP dan hadir dalam setiap kesempatan. Dan, permintaan bahwa Anas disuruh berkonsentrasi menghadapi masalah hukum dengan KPK juga tidak ada apa-apa.

KPK yang dengan cepat merespons permintaan SBY terkait status hukum Anas dengan mengeluarkan Sprindik yang diyakini KPK sebagai upaya testing the water, namun justru menunjukkan KPK dikendaikan oleh SBY dan menjadi korban konspirasi Anas dan SBY. KPK dijebak untuk membuka diri dan SBY serta Anas ingin memastikan posisi KPK terkait nyanyian M. Nazaruddin. Kekhawatiran SBY dan Anas sangat beralasan karena jika Anas ditangkap KPK maka akan membawa konsekuensi hukum dan politik langsung kepada keluarga dan SBY sendiri. Hal ini disebabkan oleh Anas - dan juga Andi Nurpati - yang memegang kunci rahasia pemilu presiden 2004 dan 2009 yang memenangkan SBY sebagai presiden.

Jadi rangkaian antara pernyataan SBY mengenai Anas kepada KPK, kebocoran Sprindik Anas dari KPK, pernyataan Abraham Samad dan Johan Budi, juga pidato penyelamatan Partai Demokrat, dan Pakta Integritas adalah dagelan politik yang ditujukan kepada KPK agar status Anas jelas demi keselamatan Anas dan SBY. KPK telah menjadi korban politik tingkat tinggi Anas dan SBY.

Anas pun seolah menuduh SBY seperti dalam ungkapan ‘Sengkuni’ dan ‘Ojo Dumeh’ yang dinggap perlawanan terhadap SBY. Kini semuanya berjalan normal. KPK tidak melakukan penentuan atas status hukum Anas. Anas tetap memimpin Partai Demokrat. Tinggal KPK yang gigit jari dipermalukan karena terbukti telah diintervensi oleh SBY dan Anas. Memalukan.

Kini menarik apa yang akan dilakukan oleh KPK setelah dipermalukan dengan Sprindik - yang awalnya oleh KPK dibocorkan untuk mengetahui dukungan terhadap Anas atau SBY yang lebih kuat - ternyata antara SBY dan Anas melakukan langkah politik yang brilian. Bukti kelihaian Anas bermain politik.

“Papi, terima kasih!” kata Monahara si jelita sambil memeluk Sabung Bahtera Yudha (SBY) dengan mesra sebelum dia kabur keluar rumah menemui Pingkan, ibu muda cantik, seksi, anggun salah satu istri dari empat istri Dai yang telah menunggu di halaman dengan Ducati-700 cc-nya. Mereka akan shopping ke mall berdua.
Salam bahagia ala saya. 

Sumber : kompasiana

Sabtu, 16 Februari 2013

Bersyukurlah Tuhan memberikan kita hidup lebih lama

Pada malam yang dingin di bulan maret dan angin berhembus di kegelapan malam di Dallas amerika. Dan seorang dokter melangkah masuk ke dalam ruangan dimana Diana Blesing di rawat. Diana masih merasa pening akibat dari efek operasi. Diana baru saja dioperasi.
Suaminya David mengenggam tangannya dan berusaha menahan emosinya atas berita yang baru saja di dengarnya.

Siang itu pada tanggal 10 maret 1991, Diana mengalamai komplikasi pada kandungannya. Di usia kandungan baru 24 minggu dia harus menjalani operasi Caesar untuk mengeluarkan bayi di dalam kandungannya.Maka lahirlah anak Perempuan pasangan itu, yang bernama Dana Lu Blesing. Yang hanya 12 inci dan beratnya hanya satu pound sembilan ons (0.86 kg)
Dan perkataan dokter yang lembut rasanya seperti bom bagi mereka. Dokter mengatakan dengan sebaik-baiknya ” Saya tidak yakin, anak ini akan dapat bertahan” Hanya ada kemungkinan 10 persen, dia kan melewati malam ini. Dan jika dapat bertahan, hanya ada kesempatan yang sangat kecil dia dapat bertahan, masa depannya akan sangat kejam. Dengan rasa tidak percaya, David dan Diana mendengarkan apa yang dokter jelaskan tentang sesuatu yang sangat buruk.

Dana sangat tidak mungkin untuk selamat. “Dana tidak akan dapat berjalan, dia tidak akan dapat berbicara, dia kemungkinan akan buta, dan dia pasti akan mudah untuk dapat menderita catastrophic (masalah besar) dari Celebral plasty ( idiot) dan penghambatan perkembangan mental dan lain sebagainya.” ” Tidak mungkin” Kata Diana tidak percaya
Dia dan David suaminya dan anak lelakinya Dustin yang berumur 5 tahun, telah lama mendambakan seorang putri di dalam anggota keluarganya. sekarang mimpi itu telah terwujud….

Tetapi setelah hari itu berlalu, dan penderitaan baru di dalam keluarga itu. Karena Dana mengalami pertumbuhan system sel saraf yang sangat lambat sehingga cahaya atau sentuhan dapat membuat dia merasa kesakitan ( tidak nyaman), jadi mereka tidak dapat menggendong bayi mungil itu di dada.. Dan memberikan rasa cinta yang besar. Semua mereka lakukan untuk berdoa supaya Tuhan mau berjaga di dekat putrid mereka yang berharga, dan dana berjuang sendirian dibawah lampu sinar ultraviolet di dalam incubator. Mereka tidak melupakan bagaimana dana bertumbuh dan akhirnya menjadi semakin kuat.
Minggu demi minggu berlalu, Dana tumbuh dengan lambat tetapi pasti. Berat dan kekuatannya juga semakin bertambah.

Akhirnya setelah dana berusia dua bulan. Mereka mendapatkan ijin untuk menyentuh dana dengan tangan untuk pertama kalinya. Dan dua bulan kemudian, dokter memperingatkan dengan lembut kemungkinan yang suram yang akan terjadi, kesempatannya sangat kecil untuk bertahan dan hidup dengan normal. Semuanya sangat kecil sekali. Dan Dana bisa di bawa pulang dari rumah sakit, seperti yang diinginkan ibunya.. Lima Tahun kemudian, Dana telah menjadi seorang gadis kecil yang mungil dengan mata abu-abunya yang cerah dan semangat hidup yang luar biasa.

Tidak ada tanda-tanda akan mengalami suatu gangguan mental atau fisik yang akan di deritanya. Dia seperti gadis kecil yang normal dengan segala aktifitasnya. Tetapi cerita tidak berakhir disini.

Di suatu siang yang panas, pada musim panas tahun 1996 di dekat rumah mereka di Irving, Texas. Dana sedang duduk di pangkuan ibunya, di sebuah lapangan bola setempat, dimana saudaranya Dustin sedang latihan baseball bersama teamnya.

Seperti biasa, Dana mengoceh tanpa henti kepada ibunya dan beberapa orang dewasa duduk di dekat mereka ketika tiba-tiba Dana terdiam. Dana memeluk tangan ibunya dan merangkulkannya ke tubuh mungilnya. Lalu ia bertanya..

“Mama,… mama mencium sesuatu…?
Mamanya mencoba membaui udara dan berusaha mendeteksi akan mendekatnya badai.
“Ya,… Baunya seperti akan hujan…” Diana menjawab
Dana memandang mata ibunya dan bertanya lagi
“Mama mencium baunya …”
Sekali lagi ibunya mejawab ” Ya… saya pikir nanti akan hujan. Karena baunya seperti hujan.”
Masih dalam dekapan ibunya, Dana mengelengkan kepalanya dan menepuk pundak ibunya dengan tangan mungilnya. Dengan perlahan dia mengatakan
“Bukan, Baunya seperti DIA…”
Itu baunya TUHAN, ketika kamu medekap ke dadaNYA…
Air mata mengalir ke pipi Diana karena Dana karena kebahagian
dan pertolongan sehingga dana dapat seperti anak lainnya.

Sebelum hujan turun, perkataan Dana mengingatkan Diana akan keberadaan Dana dalam keluarga itu, di dalam hatinya selama ini.

Pada saat hari-hari yang panjang di dalam dua bulan pertama kehidupan Dana, ketika system sarafnya sensitive terhadap sentuhan sekalipun. Pada saat Dana tidak dapat di dekapnya di dalam pelukannya sekalipun ibunya sangat menginginkanya. TUHAN telah mendekap Dana di dalam pelukanNya dan menjaganya. Dan Bau Cinta Tuhan yang telah diingat oleh Dana sangat baik.

“Saya dapat melakukan segala sesuatu di dalam Dia yang telah memberikan aku kekuatan”
Pagi ini ketika Tuhan membuka jendela surga, Dia melihat aku dan bertanya: “AnakKu apa hal terbesar yang kamu inginkan hari ini?, Dan aku menjawab,” TUHAN perhatikanlah orang yang telah membaca pesan ini, keluarganya dan sahabatnya. Mereka pantas mendapatkanya dan sayangilah mereka dengan sungguh, Cinta Tuhan itu seperti Lautan kamu dapat melihat awalnya, tetapi tidak pada akhirnya. Karena lautan tidak berujung.”

well.... terkadang kita terlalu cepat mengutuk Tuhan dan mengatakan Dia tidak adil. Segala kebahagiaan yang kita terima hampir dipastikan tidak kita lihat sebagai sebuah anugrah yang besar. Banyak waktu yang diberikan ke kita cenderung kita sia-siakan, padahal Tuhan telah memberikannya agar kita terus berusaha untuk menjadi lebih baik...

Sahabat.... pelajaran besar bagi kita agar selalu bersyukur dengan waktu yang kita miliki karena kita tidak pernah tahu kapan Tuhan akan memanggil kita. Untuk kalian Sahabat-sahabat Perempuanku.... hargai dan jaga rahimmu, kelak kau akan sangat merindukan hadirnya malaikat kecil dan itu hanya bisa terjadi jika kalian mampu merawatnya.....

Peluk Hangat Dari Sahabat


Penulis : Irwansyah Nuzar 

Politisi Bejo

Menjadi orang mujur, tentu menjadi dambaan setiap orang. Sebab itulah agama mengajarkan untuk selalu berbuat baik, berakhlak mulia dan beribadah yang tekun. Dalam setiap doa orang tua kitapun selalu terselip agar anak turunnya senantiasa di naungi kemujuran, di jauhkan dari bencana dan di mudahkan segala urusan. Selalu begitu dan begitu.


Tapi semua itu sepertinya tidak berlaku bagi Bejo. Seorang anggota DPRD yang baru saja di lantik untuk menggantikan posisi koleganya yang tersandung kasus korupsi proyek APBD. Anak seorang janda miskin di sebuah kampung nun jauh dari hingar bingar kota ini boleh di bilang salah satu orang paling mujur di dunia. Bagaimana tidak, sebelum di daulat sebagai seorang legislator, Bejo hanyalah seorang ketua partai tingkat kecamatan. Di pemilu dulu, dia hanyalah caleg partai dengan nomer urut yang sudah pasti tidak akan bisa terpilih. Berada di nomer urut 4 dengan perolehan suara terbesar ke lima jelas tidak mampu mengantarkannya sebagai anggota parlemen. Sebab sesuai perhitungan, partai tempat Bejo bernaung hanya menyapu dua kursi di dapilnya. Itupun dua duanya di rebut oleh caleg dengan modal besar dan berada di nomer urut atas.

“Tenang, Jo” hibur emaknya kala itu ketika tahu anaknya gagal meraih kursi.

“Bapakmu memberimu nama Bejo itu bukan tanpa sebab. Bapakmu pengen agar nama itu bisa mengantarkanmu menjadi manusia yang bejo, mujur dan mudah”.

“Iya mak” angguk Bejo sembari pikirannya melayang mengingat almarhum bapak yang sudah meninggal ketika Bejo berumur 10 tahun.

“Percaya ajalah sama emak. Cepat atau lambat kamu bakalan jadi wakil rakyat. Bukan karena apa apa, tapi karena memang kamu di takdirkan menjadi orang yang bejo”.

Bejo hanya tersenyum dalam hati. Emaknya memang kadang aneh dan tidak rasional. Bagi emak, sebuah nama tidak saja menggambarkan doa dari si pemberi nama, akan tetapi juga menjadi gambaran akan nasib sang pemilik nama.

“Mbahmu menamai emak, Prihatin. Makanya hidup mak ya begini terus. Nggak kaya kaya. Wong prihatin” tegas emak.

“Udah gitu ketemu jodoh kok ya namanya Narimo. Cocok. Jadi tutup ketemu panci. Prihatin dan selalu Narimo (menerima apa adanya)”.

“Ah..itu kebetulan aja, mak!” sanggah Bejo kala itu.

“Kamu itu, di kandani (di kasih tahu) orang tua kok nggak percaya to le (nak)” emaknya sewot.

Sebagai orang yang pernah mengenyam bangku sekolah dan sedikit banyak mengerti dunia modern, kepercayaan semacam itu tentu tidak serta merta di yakini Bejo. Toh banyak sekali contoh di sekitarnya, bahwa nama baik tak menjadi jaminan seseorang akan bernasib baik seperti namanya. Tetangga sebelah rumah namanya Muhammad, tapi kerjaannya judi dan mabuk tiap hari. Sementara kawan sekolahnya dulu ada yang bernama Karyo, tapi hingga sekarang nasibnya tetap saja jadi pengangguran. Lalu, gimana Bejo mau percaya dengan hal hal mistis yang di yakini oleh orangtuanya ?.

Memang, pada akhirnya Bejo berhasil menduduki kursi DPRD yang selama ini begitu ia impikan. Namun ia tak pernah percaya jika itu di sebut kemujuran. Bagi Bejo, kesuksesan yang di rengkuhnya akibat kerja keras penuh dedikasinya kepada partai dan rakyat. Berlaku jujur apa adanya, tidak menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan dan senantiasa menjauhi hal hal yang bertentangan dengan hukum adalah sebuah perjuangan yang belum tentu bisa di lakukan oleh semua orang. Apa yang menimpa para koleganya yang akhirnya mengantar mereka ke penjara adalah contoh gamblang bahwa mereka tidak berjuang secara sungguh sungguh dan mentaati aturan. Kader partai yang korup memang tidak selayaknya berhak duduk di kursi kekuasaan. Orang seperti dirinyalah yang bekerja secara ikhlas dan taat aturan yang seharusnya ada di sana. Jadi sekali lagi bukan faktor mujur atau faktor namanya yang memang Bejo.

Suatu ketika, seorang direktur perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor datang menemui ketua fraksinya. Dia menawari imbalan menggiurkan berupa cek perjalanan ke Thailand ditambah uang saku sebesar 100 juta kepada setiap anggota fraksi jika berhasil mengegolkan proposal yang di ajukan perusahaan. Tawaran fantastik dan paling menggiurkan yang pernah di berikan oleh pengusaha pada wakil rakyat. Dan seperti tabiat legislator kebanyakan, tawaran itu di sambut dengan antusias oleh sebagian besar anggota fraksi, kecuali Bejo.

Proposal proyek itupun akhirnya lolos dengan mulus dan di setujui sebagian besar anggota DPRD. Tiga puluhan wakil rakyat dari semua fraksi termasuk sepuluh kolega Bejo kemudian berangkat ke Thailand dengan sebuah pesawat komersil. Sementara sisanya sekitar lima belas anggota DPRD termasuk di antaranya Bejo, lebih memilih bertahan dan tidak mau tergiur oleh tawaran itu.

Namun tanpa di duga, sebuah kecelakaan terjadi. Pesawat yang di tumpangi oleh para wakil rakyat itu di kabarkan jatuh di laut. Tim SAR yang menangani bencana itu melansir bahwa tidak satupun penumpang yang selamat.

“Apa emak bilang, Jo. Kamu itu memang di gariskan untuk selalu bejo” sambut emak mengetahui dirinya tidak termasuk dalam rombongan yang mengalami nasib nahas.

“Itu bukan karena Bejo punya nama Bejo kali, mak” bantah Bejo.

“Itu ganjaran buat mereka yang berbuat salah. Udah makan uang suap, trus niatnya ke Thailand mau main lonte di sana. Ya Tuhan marahlah….”.

“Le….!” Panggil emak dengan mimik serius.

“Denger ya. Dulu waktu kamu masih dalam kandungan, aku dan bapakmu ini tirakatnya rajin loh. Bapakmu itu sampai puasa empat puluh hari. Emakmu ini shalat tahajud tiap malem. Untuk apa ?. Ya untuk mendoakan kamu itu. Biar bejo terus terusan. Ngono (gitu) loh le…”.

“Iya, tapi untuk masalah ini bukan karena aku ini bejo mak. Emak ngerti nggak sih, bejo itu apa ?”.

“Maksudmu ?” seraya menatap nanar ke wajah anaknya.

“Aku bilangin ya mak. Orang baik mendapatkan bejo itu sudah selayaknya. Yang di sebut bejo itu, kalau kita berbuat salah trus di selamatkan oleh Tuhan. Itu baru bejo, mak. Nah, kalau aku khan nggak pernah berbuat salah mak ?”.

“Itu bejo juga, le…”.

“Nggak bisa!”.

“Kamu itu kalau mak bilangin kok sukanya ngeyel (membantah) tho le. Bejo itu ya bejo. Mau salah mau benar, kamu tetap akan bejo. Ingat itu!!!” ucap emak dengan nada tinggi.

“Bukan ngeyel, mak. Tapi memang logikanya begitu. Berbuat baik itu hasilnya baik, berbuat jahat ya hasilnya jahat. Nggak ada berbuat jahat tapi tetap bejo. Nggak mungkin itu, mak!!” Bejo tak mau mengalah.

“Oh ngono (begitu) le ?. Sekarang emak tantangin kamu” kali ini emak terlihat serius.

“Maksud emak?” Bejo tak mengerti.

“Kalau kamu nggak percaya kalau kamu itu bejo, coba saja kamu berbuat jahat di pekerjaanmu. Kalau nanti kamu mendapatkan celaka, berarti omonganmu bener. Tapi kalau kamu selamat, berarti omongan emak yang bener”.

Bejo terkejut bukan main. Seolah tak percaya dengan apa yang baru saja di katakan oleh orang yang telah melahirkannya itu.

“Kamu berani ndak menerima tantangan emak ?” desak emak.

Bejo terdiam. Terbayang di matanya, bagaimana ia yang selama ini selalu berbuat baik, jujur dan tidak mencederai kepercayaan rakyat, kemudian berbalik sikap menjadi orang yang jahat. Korupsi, menerima suap atau berbuat amoral lainnya. Dan kemudian karena kesalahannya itu, ia berurusan dengan penegak hukum, di jebloskan ke penjara dan di caci maki oleh semua orang. Itupun belum kalau Tuhan sendiri yang menghukumnya. Seperti kejadian yang menimpa teman temannya sesame anggota DPRD.

Tapi…

Bejo mengalihkan pandangannya pada wanita renta yang ada di depannya. Tak tampak keraguan sedikitpun di wajah emaknya. Dia tetap tegar dan yakin sekali dengan semua ucapannya. Bahkan kalaupun sekarang Bejo berlari ke belakang dan melompat ke dalam sumur sedalam lima belas meter, emak pasti tetap yakin kalau dirinya bakal terselamatkan.

“Berani, ndak ??” ulang sang emak.

Bejo mendongak.

“Kalau Bejo celaka gimana, mak ?” tanya Bejo bergidik juga.

“Lha kamu percaya nggak kalau kamu bakal bejo ?”.

Dengan nafas yang agak berat dan keraguan yang masih tersisa, akhirnya Bejo menganggukkan kepala.

“Baiklah, tapi emak jangan menyesal kalau Bejo nanti masuk penjara…” Bejo mengingatkan.

“Nggak akan masuk penjara, le…” sahut emak masih dalam pendiriannya.

*********************************

Demi melayani tantangan sang emak, rencana jahatpun  segera di rancang Bejo. Tidak sulit bagi Bejo untuk melakukan sesuatu yang melanggar aturan. Apalagi setelah kecelakaan yang menimpa kawan kawannya, kedudukan Bejo semakin kuat. Partainya yang kehilangan banyak kader kunci kemudian sepakat memilih Bejo sebagai ketua DPC menggantikan posisi ketua lama yang juga ikut menjadi korban kecelakaan. Tidak hanya itu, posisi ketua DPRDpun seminggu kemudian jatuh ke tangan Bejo. Dengan posisi ini, otomatis persinggungan antara dirinya dengan penguasa eksekutif terutama sang Bupati menjadi semakin intens. Dan kesempatan untuk berbuat tidak terpuji terbuka lebar.

Seperti halnya dalam rapat awal tahun di gedung DPRD dalam rangka membahas RAPBD. Orang pertama yang di kontak kepala daerah tentu saja dirinya. Dan benar saja, sang bupati secara pribadi mengajak dirinya untuk bertemu di sebuah hotel bintang lima guna membahas strategi meloloskan draft RAPBD. Bejo yang memang berniat ingin menguji kebenaran ucapan sang emak, tanpa banyak berpikir langsung mengiyakan permintaan sang bupati.

“Nanti saya kirim ajudan untuk menyerahkan drafnya ke pak Bejo untuk di pelajari. Setelah itu baru saya datang untuk membicarakan teknis selanjutnya” kata sang bupati melalui telepon.

Senyum mengembang tampak ranum merekah di bibir Bejo. Bukan karena ia bakalan menerima segepok uang dengan jumlah milyaran. Bukan pula ia memiliki kesempatan untuk memanjakan diri menginap di hotel mewah dengan fasilitas serba wah. Tapi ucapan irrasional emaknyalah yang membuat Bejo terlihat berseri seri.

“Emak saja begitu percaya diri dengan keyakinannya, kenapa aku tidak ?” pikir Bejo sesaat setelah tiba di kamar hotel.

“Anakmu ini mau korupsi mak. Menerima suap dengan jumlah milyaran. Di tangkap aparat penegak hukum, lalu di penjara. Dan emak akan segera sadar bahwa apa yang emak yakini selama ini salah. Salah besar mak…!!!”.

“Lihat sekarang, Bejo mau menelpon ajudan bupati. Meminta di bawakan lonte papan atas untuk menemani tidur Bejo” ucap Bejo sembari menelpon seseorang dan meminta untuk di kirimi pelacur paling mahal di kota ini.

“Harta dan wanita. Lengkap sudah kejahatan yang akan aku lakukan…” seringai Bejo sembari memencet kembali nomer nomer yang ada di ponselnya.

“Hallo pak Welas. Ini aku pak Bejo. Ketua DPRD. Bisa minta bantuan nggak ?” kata Bejo pada seseorang yang ia kenal sebagai kepala Satpol PP.

“Siap pak, apa yang bisa saya bantu ?” jawab pak Welas di ujung telepon.

“Aku melihat ada seorang camat sedang membawa perempuan yang bukan istrinya di Hotel Sejahtera. Menurut informasi, dia menginap di kamar 03. Kamu bawa pasukan untuk menangkap camat bejat itu”.

“Waduh, mesti ada perintah langsung dari pak bupati kalau masuk ke sana, pak”.

“Nggak usah, aku sudah ngomong ke pak bupati soal ini. Dan beliau udah ACC”.

“Tapi, surat perintahnya…”.

“Aku yang tanggung jawab. Masak kamu nggak percaya aku ?” potong Bejo mengarang cerita.

“Baiklah, pak!!!”.

Bejo tersenyum lebar. Raut wajahnya terlihat berseri seri. Laksana suporter tim sepakbola yang melonjak kegirangan manakala jagoannya menceploskan bola ke gawang musuh. Inilah saat yang tepat untuk memberi pelajaran atas arogansi emak.

"Kali ini emak akan menyesal telah memberi nama Bejo padaku. Bukan hanya anak kesayangannya ini akan menjadi orang pertama yang akan menggilas keyakinan kunonya, tapi yang lebih menyakitkan lagi, emak akan kehilangan anaknya...." seringai Bejo.

"Bukan hanya aku bakal menjadi tersangka kasus korupsi mak. Tapi akan menjadi tersangka kasus asusila. Ha ha ha ha!!!!".

Tok..tok...tok....!!!

Tiba tiba terdengar ketukan lirih dari balik pintu kamar hotel nomer 03. Bejo terhenyak dari tempat tidurnya, lalu bergegas menuju ke arah di mana suara itu berasal.

"Mas Bejo ya ???".

Sesosok perempuan muda bertubuh mungil dengan kaos tank top melekat di tubuh dan di padu dengan rok mini berwarna hitam menyembul dari balik pintu. Kulitnya putih mulus. Berhidung mancung, berambut lurus kemerahan dengan leher jenjang menopang wajah ayunya. Lekuk tubuhnya begitu menggiurkan, hingga membuat Bejo untuk sesaat terperanjat kagum.

Naluri kelelakian sang senator ini bergelora bak air yang mendidih di bakar di atas tungku. Panas, menyengat dan memacu adrenalin. Dia memang pernah merasakan bagaimana rasanya memiliki teman dekat lawan jenis. Tapi rata rata memang wanita baik baik. Dan lagi belum pernah rasanya Bejo berhadapan langsung dengan perempuan nakal penjaja tubuh. Haram !!!.

"Ehmmm....iya, silahkan masuk..." sambut bejo dengan jantung berdebar debar.

"Saya Una, mas" perempuan muda dengan taksiran umur sekitar 20an itu mengulurkan tangannya.

Tidak ada sedikitpun rasa canggung dalam diri wanita ini. Justru Bejolah yang merasa seolah di intimidasi.

"Ehmm....nama yang sek.... ups..maksudku nama yang bagus. Silahkan duduk".

Keduanya kemudian berjalan menuju sebuah kursi sofa yang terletak tak jauh dari ranjang empuk berukuran besar di tengah tengah ruangan.

"Mas Bejo mau di servis sekarang atau mau nyantai dulu ?" kata Una seraya menghempaskan tubuhnya di atas sofa, mengangkat salah satu kakinya untuk di tumpangkan ke kaki yang lain.

"Assseeemmmm...." maki Bejo dalam hati. Bukan saja telinganya di jejali kalimat yang mengobarkan naluri kelelakian, tapi mata Bejo juga di suguhi pemandangan yang sungguh sulit lagi untuk di tolak.

"Ehmmm...aku....oh..aku..." gugup bukan main.

"Santai ajalah mas, khan kita di sini emang untuk bersenang senang ?".

"Bu..bukan...".

"Una tahu....Una tahu..." potong Una sambil mengerlingkan matanya.

"Mas Bejo belum pernah khan ?".

Kali ini Bejo benar benar di buat mati kutu.

"Jiancuk..tenan arek iki" lagi lagi Bejo mengumpat dalam hati.

"Sebentar ya Una...!".

Bejo mengangkat tubuhnya, berjalan menuju ke jendela. Matanya yang nanar menatap ke luar. Dari tempat itu ia memang bisa melihat secara jelas aktifitas di luar hotel. Halaman hotel yang luas dengan taman taman nan hijau. Pos satpam, jalan raya yang ramai pengendara dan segala hingar bingar di luar.

Menurut ajudan sang Bupati, proposal draft RAPBD akan di antar dua jam lagi bersama dengan uang pelicin yang akan Bejo terima. Sang ajudan memang sengaja memberinya kesempatan untuk menikmati dulu santapan batin yang sekarang sudah ada di kamarnya. Setelah transaksi seks dan transaksi suap selesai, baru sang bupati datang untuk membicarakan langkah selanjutnya.

"Kira kira KPK bakalan datang kemari nggak ya ??" Bejo menggaruk garuk kepalanya.

Ada rasa sesal hinggap di pikiran Bejo. Kenapa dari awal ia tak menyusun rencana, atau minimal menyuruh orang untuk membocorkan rencana suap ini ke KPK ?. Dan sekarang waktunya sudah telat. Tidak mungkin KPK mau menurunkan tim untuk menggerebek dirinya tanpa memverifikasi terlebih dahulu laporan yang masuk.

Bejo menatap ke arah jarum jam. Angka menunjukkan arah sembilan lebih sedikit. Bejo menoleh ke arah Una. Wanita panggilan yang mungkin masih kuliah itu hanya tersenyum sambil mengulum bibir. Tampaknya dia memang sudah sangat siap untuk memberikan pelayanan maksimal kepada dirinya.

"Di sini gerah banget ya mas ???" teriak Una dengan suara manja.

"Setel aja ACnya biar lebih dingin" sahut Bejo kembali melemparkan pandangan keluar.

"Aku nggak terlalu suka AC mas. Aku buka kaos aja ya...".

"Ya udah ...!!!" sekenanya.

"Welas lama banget" keluh Bejo tak sabar menunggu kedatangan pasukan polisi pamong praja yang memang di kenal suka mengurusi kasus kasus asusila itu.

Tit..tittt...tiit...

Tiba tiba ponsel Bejo berbunyi.

"Hallo Pak Bejo, ini pasukan udah kita kumpulkan. Setengah jam lagi meluncur...." kata seseorang dari ujung telpon.

"Ya sudah segera bergerak. TSKnya biar nggak keburu cek out...".

Hem...sekarang saat yang tepat untuk mengalahkan emak....!!!.

Pekik Bejo berbunga bunga. Perlahan ia membalikkan tubuhnya, melanjutkan kembali rencana mesumnya bersama Una.

Dan alangkah terkejutnya Bejo, begitu ia membalikkan badan, matanya terantuk pada sebuah pemandangan yang seumur hidup belum pernah ia lihat. Perempuan yang tadi ia lihat masih memakai busana lengkap dan duduk manis di atas sofa, kini terlihat hanya mengenakan pakaian dalam dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang.

"Kamu...????" ucap Bejo tak mampu menahan rasa kagetnya.

"Tadinya Una cuma mau copot kaos. Tapi karena udah kegerahan banget, ya sekalian...." jawabnya manja.

"Iya, tapi kamu khan mestinya ngomong dulu. Bukan begini caranya!!!" bentak Bejo kalut.

Entah mengapa pikiran Bejo menjadi tak karu karuan. Ada semacam pemberontakan yang tiba tiba hadir menyerbu relung hatinya. Menghadirkan sebuah pertarungan batin yang begitu menyesakkan. Antara nafsu birahi yang terlecut dengan keimanan yang selama ini di pegang teguh olehnya. Antara dendam kesumatnya untuk mengalahkan keyakinan sang emak dengan moralitas yang selama ini senantiasa ia sanjung dan jaga betul.

"Kamu ini orang lurus Bejo. Semua orang mengenalmu sebagai pribadi yang baik, pribadi yang sangat menjaga moralitas. Jangankan untuk melakukan perbuatan amoral seperti ini, bahkan sekedar untuk mengambil sedikit yang itu belum tentu merugikan rakyatmupun kamu tidak mau...".

"Dulu kamu bukan siapa siapa Bejo. Sekolah kamu di bayari oleh negara. Makanmu dari beras jatah raskin. Berobat juga di tanggung negara. Lalu di mana rasa terima kasihmu pada negara ini, Jo ????".

"Lihat orang di sekitarmu. Apakah mereka seberuntung kamu ?. Betapa banyak orang yang bercita cita menjadi orang sepertimu, tapi mereka gagal mencapainya ?. Sedang kamu ?. Kamu dapatkan semuanya, Jo. Dengan mudah. Tanpa mengeluarkan banyak biaya".

"Tega teganya kamu, Jo. Menghina negaramu. Menghina rakyatmu yang telah susah payah mendukung dan mempercayaimu !!!".

"Astaghfirlloh..." Bejo memejamkan mata. Menyandarkan tubuhnya di dinding kamar. Batinnya meronta, jiwanya bergejolak.

"Kamu pakai pakaianmu lagi Una" ucap Bejo dengan nada lirih.

"Mas...." ragu ragu.

"Pakai saja jangan banyak tanya!!!" tegas Bejo.

"Ini ambil uang ini. Uang yang sudah di berikan oleh ajudan bupati, kembalikan saja" Bejo menyorongkan segepok uang dari balik dompetnya.

"Ada apa sih mas ???" kata Una setelah selesai memakai pakaiannya.

"Tidak ada apa apa. Sebaiknya kamu segera pulang. Terima kasih sudah mau datang kemari".

Wanita cantik itu hanya tersipu tanpa berani mengucapkan sepatah katapun. Sejurus kemudian ia melangkah keluar.

"Tunggu..." teriak Bejo menghentikan langkah pelacur mahasiswi itu.

"Iya, pak...".

"Siapa nama lengkapmu ?".

"Fortuna, pak".

"Bapakmu ?".

"Sabar, pak".

"Ibumu ?".

"Istiqomah, pak" setelah itu Una mengayunkan langkah dan kemudian hilang dari balik pintu.

"Fortuna itu Bejo. Sabar, Istiqomah...." guman Bejo menggaruk garuk kepalanya.

"Prihatin, Narimo, Bejo. Ahh...kenapa bisa kebetulan begini. Trus, kepala Satpol PP yang bakalan kecele namanya Welas" makin tak mengerti.

Emaaaaaaaaaaaakkkkkkkk!!!!!!

Quote : Jangan menyepelekan nama yang di berikan orangtua untukmu. Sebab ia tidak sekedar doa, tapi adalah gambaran nasibmu di masa depan.

Jakarta, Februari 2013

Kamis, 14 Februari 2013

Kebesaran Wong Cilik

Orang Kecil, Wong Cilik, Kaum Marginal, Orang Pinggiran, mereka buka hanya berhati tabah dan berperasaan super sabar, tapi mereka mempunyai kemampuan hidup yang luar biasa.

Mereka sanggup menjadi kuli panggul beras seumur hidup untuk menghidupi kehidupan utamanya, kita mungkin sanggup seperti itu namun banyak yang tidak rela.

Orang kecil mampu menjadi kenek angkutan, menjadi satpam, menjadi tukang parkir atau menjadi pembantu rumah tangga seumur hidup. Sedangkan kita tidak mampu dan tak akan pernah bisa membuktikan bahwa kita sanggup menjadi kenek atau satpam atau pembantu rumah tangga seumur hidup.

Mereka adalah orang-orang besar yang berjiwa besar. Mereka senantiasa siap menjalankan perintah kita dan menyesuaikan segala perilakunya dengan kehendak kita.

Mereka ikhlas untuk tidak boleh terlalu memikirkan harapan dan masa depan. Sementara kita selalu memamerkan harapan dan masa depan yang kita omongkan  seakan-akan berlaku untuk mereka, padahal hanya berlaku untuk kita.

Pada hakikatnya sebenarnya Kita inilah yang Orang Kecil, kita akan merasa iklas kalau kita sukses, kaya dan berkuasa. kita hanya sanggup menjadi Pembesar. Kita hanya mampu memerintahkan dan menggantungkan diri pada orang kita perintah.