Jumat, 19 Juli 2013

Mari, Selamatkan Pria Dengan Tidak berpoligami !!!


Ini tema usang yang sebenarnya sudah saya bahas berkali kali. Baik melalui catatan maupun postingan postingan status di facebook. Soal perlu atau tidaknya para pria berpoligami di tinjau dari segi rasio kependudukan. Beberapa kawan, terutama kaum pria sepertinya memang belum mau percaya dengan data statistik yang kita kemukakan.

Bukan hanya teman teman di facebook, akan tetapi pengingkaran fakta bahwa pria lebih banyak dari wanita juga seringkali kita dengar dari para dai, penceramah, ulama dan aktifis keagamaan lain. Nyaris belum pernah saya mendengar statemen mereka yang mengatakan bahwa jumlah penduduk dunia saat ini lebih banyak laki laki daripada perempuan. Entah karena tidak mengerti fakta statistik atau memang sengaja membohongi publik, yang jelas sebagian besar mereka selalu berbicara tanpa data dan fakta valid.

Para pria yang berdebat dengan saya dan berpendapat bahwa wanita lebih banyak dari pria, hampir semuanya tidak ada yang berargumen dengan menggunakan data dan fakta yang bisa di pertanggungjawabkan secara ilmiah. Misalnya, mereka hanya mengatakan di lokasi A wanitanya lebih banyak, di lokasi B wanitanya juga lebih banyak. Yang lucu, mereka mengajukan fakta di bangku sekolah SD dan begitu yakin mengatakan bahwa di sekolah dasar, anak perempuan lebih banyak. Ketika kita minta data akurat, tidak ada yang sanggup memberikan.

Justru saya menemukan data penting yang bisa di pertanggungjawabkan dan berasal dari institusi terkait. yaitu Kementerian Pendidikan. Di sana jelas tercatat bahwa siswa SD dengan jenis kelamin laki laki lebih banyak daripada perempuan. Berikut rinciannya :

Jumlah Siswa SD 2010

Laki laki : 12.497.003 siswa
Perempuan : 12.366.933 siswa
Total : 24.863.936 siswa
Selisih : 130.070 siswa


Sangat di sayangkan, opini yang selama ini sering di kembangkan justru membohongi publik. Dan itu di lakukan oleh aktifis aktifis keagamaan tanpa seorangpun berani membantah. Bahkan tidak sedikit pula aktifis keagamaan perempuan juga seringkali termakan opini dan ikut ikutan menyatakan bahwa wanita jumlahnya lebih banyak.

Mungkinkah ini di sengaja ?. Untuk kepentingan kelompok ?. Untuk menjustifikasi kebolehan berpoligami ?. Bisa saja. Tapi sepertinya lebih banyak karena mereka tidak memahami data kependudukan. Kalau ini alasannya, masih bisa di toleransi. Tapi kalau opini itu di lakukan dengan sengaja, agaknya kita punya PR penting. Yaitu membongkar motivasi di balik kebohongan itu.

Bicara rasio kependudukan, agaknya bukan hanya meliputi siswa SD atau yang berumur 7-12 tahun semata. Bahkan di semua strata umur, dari 0 - 65 tahun, jumlah penduduk laki laki di Indonesia tetap lebih banyak dari perempuan. Perempuan hanya lebih banyak dari pria di jenjang umur 65 tahun ke atas. Anda bisa melihat sendiri datanya di sini : http://www.datastatistik-indonesia.com/portal/index.php?option=com_proyeksi&task=show&Itemid=172

Total Penduduk 2012 dalam ribuan

Laki laki : 119.689,9
Perempuan : 119.475,4
Selisih : 214,5

Ada surplus jumlah pria di semua strata umur, 200 ribu lebih. Selisih ini bisa lebih besar jika kita bandingkan satu persatu di setiap strata umur. Kecuali di umur 65 tahun ke atas yang jumlah wanitanya lebih banyak dari pria. Jika ini yang menjadi acuan, para pria yang hendak berpoligami sebaiknya menikahi saja wanita yang umurnya di atas 65 tahun. Inipun kalau di lakukan, masih tetap banyak pria yang tidak mendapat pasangan.

Saya tergelitik dengan pendapat salah satu teman yang mengatakan bahwa wanita wanita yang di poligami bisa di ambil dari 'jatah' para pemuka agama Katolik (yang sebagian mengharamkan pastur menikah). Sekilas masuk akal. Tapi menurut saya lucu juga. Bukankah para suster dan biarawati juga tidak boleh menikah ?. Jadi pria yang tidak menikah di kalangan agamawan nyatanya juga berbanding lurus dengan wanitanya yang sama sama tidak menikah.

Secara statistik, landasan poligami sangat tidak masuk akal. Justru ketika poligami di gelorakan, yang menjadi korban adalah kaum pria. Karena ada banyak pria yang terancam tidak mendapatkan pasangan. Kalau ini terjadi, bagaimana solusi yang di berikan agama ?.

Menjadi gay, di larang. Tapi para pria yang punya kemampuan finansial seenaknya saja menghabiskan stok perempuan. Menurut saya jargon : "MARI SELAMATKAN WANITA DENGAN POLIGAMI" harus di ubah. Menjadi "MARI SELAMATKAN PRIA DENGAN TIDAK BERPOLIGAMI".

Penulis : Salma Rugayya

Senin, 15 Juli 2013

Jawa Timur, Pertaruhan Terakhir PKB ?

Gagalnya pasangan Khofifah - Sumawiredja seolah menjadi antiklimaks perjuangan salah satu kandidat favorit yang di usung PKB itu menuju Jatim 1. Jika pada pilkada terdahulu Khofifah tampil mengesankan dan hanya kalah di meja pengadilan (MK), kali ini mantan menteri pemberdayaan perempuan era Gus Dur harus kandas di tangan KPUD Jatim.

Keputusan memang belum bersifat final, karena konon kabarnya kubu Berkah berniat mengajukan gugatan hukum. Namun jika kemudian hasil gugatan nanti tidak mengubah keadaan, maka bisa jadi pilkada nanti sedikit banyak akan mengubah warna politik Jawa Timur ke depan.Terutama menyangkut tradisi yang selama ini terbentuk, bahwa Jawa Timur adalah kandang Nahdliyin. Di mana partai yang memiliki nafas NU cukup kuat dan di segani di sana. PKB misalnya, selama dua periode (1999-2004) terbukti mampu memenangkan Jawa Timur dalam pemilu legislatif sebelum akhirnya pada 2009 di kudeta Partai Demokrat, bahkan suaranya terjun bebas dan hanya menduduki peringkat tiga.

Lolosnya tiga pasang kandidat (Karwo - Ipul, BDH - Said dan Eggy - Sihat) menurut penulis adalah kelanjutan rivalitas Partai Demokrat dan PDI Perjuangan dalam upaya memenangkan kompetisi 2014, terutama di pulau Jawa - Bali. Seperti yang telah kita saksikan, hampir semua pilkada tingkat provinsi yang ada di pulau Jawa, kedua partai ini terlibat persaingan sengit. Mulai dari provinsi Banten, DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Bali. Dari gelaran pilgub itu, PDI Perjuangan memenangkan 3 provinsi (Banten, DKI dan Jateng), Partai Demokrat menggenggam satu provinsi yaitu Bali, sementara satu wilayah lagi berhasil di rebut kandidat yang di usung PKS.

Jawa Timur adalah provinsi terakhir di pulau Jawa yang akan menggelar pilgub sebelum jadwal pemilu 2014. Dan seperti yang telah di putuskan KPUD, pasangan cagub cawagub yang bertarung kurang lebih juga merepresentasikan pertarungan klasik PDI Perjuangan dan Partai Demokrat. Pasangan Karwo - Ipul di usung oleh koalisi borongan yang terdiri dari hampir semua partai parlemen maupun non parlemen. Di sana ada Partai Demokrat sebagai pengusung utama. Ada Partai Golkar, Gerindra, PKS, PAN, PPP dan partai partai lain yang tidak memiliki kursi di DPRD. Angka totalnya sekitar 70% dari total perolehan suara di pemilu 2009. Sementara rivalnya adalah pasangan yang di usung PDI Perjuangan dengan modal kursi DPRD sekitar 17%.


Peluang Karwo - Ipul

Jika mengacu pada modal politik, pasangan ini terlihat sangat superior. Keduanya adalah perpaduan antara karakter politik nasionalis - agamis. Pakde Karwo adalah ketua DPD PD Jatim sekaligus alumni GMNI. Sementara pasangannya berasal dari kaum sarungan dan merupakan salah satu tokoh NU. Faktor lain yang menjadi modal utama pasangan ini tentu saja adalah posisi mereka sebagai incumbent. Di mana mana, incumbent selalu di untungkan, baik secara finansial maupun posisi. Ibarat pertarungan, tanpa kampanyepun keduanya sudah berkampanye setiap saat. Mereka lebih di kenal oleh masyarakat Jawa Timur daripada kandidat manapun karena posisinya sebagai pemimpin daerah. Dan yang tak kalah menariknya, pasangan ini nyatanya di dukung oleh hampir semua elemen politik formal. Di usung oleh koalisi borongan dengan total suara 70%. Jarang jarang ada kandidat yang di usung oleh kumpulan partai yang sedemikian banyaknya. Artinya, peluang menang bagi pasangan ini sangat terbuka lebar.

Namun demikian, politik memang kadang membingungkan. Pasangan yang jelas jelas di usung oleh koalisi mayoritas dalam banyak kasus nyatanya justru kalah. Kita bisa menengok kejadian di DKI, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Pasangan yang di usung oleh koalisi besar ternyata tidak berdaya menghadapi kandidat lain yang di usung oleh kumpulan koalisi lebih kecil. Di DKI, Foke - Nara yang di dukung oleh semua partai (putaran kedua) terpaksa harus menelan pil pahit di kalahkan oleh dua partai dengan kekuatan parlemen sekitar 17%. Begitu juga di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Maka, modal 70% yang di miliki oleh pasangan Karwo - Ipul sejatinya belum menjadi jaminan mereka akan menang.

Bambang DH - Said Abdullah

Hanya di usung oleh satu partai. PDI Perjuangan. Total suara di parlemen sekitar 17%. Bagi publik Jawa Timur, nama Bambang DH memang cukup di kenal. Terutama bagi masyarakat Surabaya di mana dia pernah menjadi pemimpin di sana selama beberapa periode. Sementara wakilnya yang juga kader PDI Perjuangan merupakan salah satu tokoh asal Madura. Sebuah kawasan yang aroma santrinya sangat kental.

Dari segi popularitas, pasangan ini masih kalah populer dengan pasangan Karwo - Ipul. Satu satunya modal utama pasangan ini adalah mesin partai. Harus di akui, mesin PDI Perjuangan di banyak pilkada di kenal lebih solid di banding partai manapun. Kita bisa mengambil referensi dari pilkada pilkada yang ada di pulau Jawa. Di DKI dengan modal 17% (PDI Perjuangan dan Gerindra), Jokowi Ahok sanggup menang dengan angka 53%. Di Jawa Barat, kendati modal suaranya hanya 15%, pasangan Rieke - Teten sanggup finish di posisi dua dengan torehan 28% atau dua kali lipat dari modal suara mereka. Di Bali, walaupun kalah di meja hukum, pasangan yang di usung PDI Perjuangan kalah tipis dari lawannya yang di dukung koalisi borongan. Di Jawa Tengah, Ganjar - Heru secara spektakuler menang besar dengan membukukan kemenangan 46%. Padahal modal kursi yang di miliki PDI Perjuangan hanya separuh dari itu.

Mengacu dari catatan hebat yang di persembahkan PDI Perjuangan di setiap event Pilkada, peluang Bambang DH - Said Abdullah untuk menang tentu terbuka. Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Apalagi jika nantinya pendukung Khofifah yang merasa di dzolimi oleh pasangan incumbent ramai ramai pindah haluan dengan mendukung lawan Karwo - Ipul.


NU 'absen' di Jatim

Kegagalan Khofifah - Sumawiredja bertarung di ajang pilgub Jatim memberikan catatan tersendiri bagi partai pengusungnya, PKB. Jika di pilkada terdahulu PKB selalu ikut ambil bagian (kendatipun harus kalah), kali ini partai yang salah satu deklaratornya adalah Presiden RI ke IV terpaksa gigit jari. Bukan hanya absen secara formal, akan tetapi ajang kali ini justru tidak menjadi representasi politik nahdliyin. Pertarungan Karwo - Ipul vs BDH - Said yang di ramaikan dengan kehadiran kandidat independen menurut penulis lebih condong sebagai pertarungan kubu pemerintah yang di sana ada Partai Demokrat dan kubu oposisi yang di wakili PDI Perjuangan. Dari segi haluan politik, ini pertarungan partai partai tengah.

Memang, di sana ada PKNU, PPP dan lainnya. Akan tetapi peranan mereka hanyalah penyokong tambahan. Ketidakhadiran PKB yang pernah menguasai Jawa Timur dalam ajang ini seolah menjadi lonceng kematian bagi partai yang oleh banyak kalangan di anggap mewakili politik NU. Dalam polling yang di gelar Tampoll Gubrak beberapa bulan lalu, PKB di prediksikan akan kembali menguasai Jawa Timur pada 2014. Kengototan PKB mengusung sendiri kandidatnya, menurut hemat penulis adalah satu cara untuk merebut kembali hegemoni PKB di kandangnya sendiri. Jika Khofifah lolos dan menang, ini akan membuat kepercayaan diri PKB semakin kuat. Maka target mengembalikan suara seperti yang pernah di rengkuh pada pemilu 1999 dan 2004 menjadi realistis. Atau kalaupun Khofifah lolos tapi kalah, minimal PKB memiliki gambaran tentang seberapa kuat posisi mereka di Jawa Timur. Namun nyatanya situasi politik berkata lain. Khofifah gagal dan PKB secara formal harus absen di pilkada kali ini.

Lantas, apakah ini berarti nasib PKB pada pemilu 2014 di ujung tanduk ?.

Bisa iya, bisa tidak. Tergantung manuver apalagi yang akan di lakukan partai berlambang bola dunia ini. Pilihannya ada tiga. Mendukung Karwo - Ipul dengan koalisi borongannya, mendukung pasangan PDI Perjuangan ataukah abstain.

Pilihan pertama memang menjanjikan kemenangan. Setidaknya dengan masuknya PKB, koalisi borongan mengumpulkan modal kursi parlemen 80% lebih. Artinya, hanya tangan ajaib yang bisa mengalahkan pasangan Karwo - Ipul. Akan tetapi dari kacamata politis, maknanya tidak akan bisa di rasakan oleh PKB. Kalaupun menang, kemenangan itu lebih pas di klaim sebagai kemenangan Partai Demokrat. Tapi sebaliknya kalah, nasib PKB akan semakin menderita.

Pilihan kedua sepertinya lebih memberi nilai tambah. Jika Bambang DH - Said Abdullah menang, keberadaan PKB di barisan itu akan di anggap sebagai penentu. Kalah sekalipun, apalagi kalah dengan angka tipis, bagi PKB tetap ada nilainya. Mengingat modal yang di miliki pasangan ini relatif minim. Jadi kalau PKB masuk, warnanya akan kelihatan. Apalagi dari sisi lain, dukungan PKB maupun Khofifah pada kubu BDH - Said lebih bisa di terima akal di banding jika mereka merapat ke kubu Karwo.

Pilihan terakhir, abstain. Pilihan yang mungkin aman. Akan tetapi tidak bermakna apa apa bagi PKB maupun Khofifah. Kecuali jika kemudian angka golput melonjak hingga melebihi 50%, itu berarti ketidakhadiran PKB di respon oleh pendukungnya. Jika angka golputnya landai landai saja, absennya PKB tentu menjadi sia sia.

Sabtu, 29 Juni 2013

Polling : 57% Fesbuker Pernah Menjalin Asmara Dengan Teman Fesbuknya

Aku mencintaimu
Dari sudut yang paling gelap lagi pekat
Dari balik rimbunnya semak belukar di tengah belantara
Dari celah jendela yang sempit lagi pengap
Dari tempat paling rahasia yang tak seorangpun mengetahuinya

Aku mengagumimu dalam diam
Aku merinduimu dalam kesendirian
Aku mencumbumu dalam bayangan
Aku melepaskan birahiku dalam impian

Ketika kilau matamu menyapu relungku
Desah nafasku terasa memburu

Ketika senyum manismu menghardikku
Detak jantungku berpacu menabur gemuruh

Ketika gemulaimu menari di pelupukku
Persendianku lumpuh layu dan luruh

Cintaku tiada terungkap
Hanya tersirat dalam kiasan
Tanpa berfikir menunggu jawaban

Rinduku tiada terucap
Hanya menjadi rahasia dalam gelap
Dan teman pengiring kala terlelap

                                                   (pict : http://gambargambarlucu.info)
Penggalan puisi ini sepertinya cukup layak untuk menggambarkan suasana batin sebagian insan jejaring sosial. Dunia nyata boleh saja memiliki cerita cerita unik yang mungkin akan mengantarkan kita pada perubahan penting. Akan tetapi dunia maya juga sudah pasti memiliki dimensinya sendiri. Yang citarasa, gereget dan pesonanya sungguh tak kalah dengan kejadian kejadian di sekitar kita. Di sana ada kegembiraan ketika kita menemui habitat yang pas. Di sana ada kesedihan, manakala kita terisolasi oleh masalah yang sebenarnya di timbulkan oleh sesama masyarakat dunia maya. Di sana pula, terakit kisah romantik yang berkelok kelok, penuh warna dan terkadang perlu menyumbangkan linangan kepedihan yang tersisa.

Ajaib memang. Tapi begitulah tipologi tehnologi modern yang kini sudah menjamah di hampir setiap pikiran manusia. Berjam jam waktu di habiskan, bahkan kalau perlu harus berhari hari begadang, hanya untuk berselancar di alam lain yang di bingkai tehnologi komunikasi. Di sana kita bisa menemukan apapun yang belum tentu bisa kita temukan di alam nyata. Ilmu pengetahuan, tehnologi, informasi, pergaulan dan kalau perlu pujaan hati yang akan menjadi pelipur kesepian kita.

Pagi ini, Team Polling Gubrak melancarkan survey dengan tema 'Cinta Di Dunia Maya'. Sebuah tema yang sebenarnya tidak biasa, namun jika kita bersedia menelaah dengan teliti merupakan fenomena gunung es yang tentu saja menarik untuk di cermatil.

Pernahkah kita mendengar berita tentang seorang gadis yang pergi tanpa pamit dari rumah dan berhari hari tanpa kabar ?.
Usut punya usut, ternyata ia sedang berada di suatu tempat bersama teman fesbuknya.

Pernahkah kita mendengar, ibu ibu ramai ramai mendatangi pengadilan agama demi mengajukan gugatan cerai terhadap suaminya ?.
Dan ketika hakim bertanya dalam sidang, si ibu mengatakan bahwa suaminya telah berselingkuh dengan teman fesbuknya.

Sebuah survey yang di gelar American Academy of Mantrimonial Lawyer menyebutkan bahwa 1 dari 5 penyebab perceraian di Amerika Serikat di sebabkan oleh jejaring sosial. Dari laporan itu, 80% pengacara perceraian mengatakan bahwa perceraian yang di picu oleh jejaring sosial mengalami peningkatan pesat dari waktu ke waktu. (http://life.viva.co.id/news/read/191841-perceraian-akibat-facebook-makin-melonjak).

Bukan saja melulu soal cinta, jejaring sosial konon juga di fungsikan sebagai alat yang cukup ampuh untuk membangun opini publik, berbisnis, meluaskan jaringan organisasi dan lain sebagainya. Salah satu ahli IT dinas intelejen Amerika Edward Snowden baru baru ini membocorkan sebuah rahasia penting pemerintah Amerika. Menurut Snowden, pemerintah Amerika telah mengeluarkan kebijakan rahasia dalam untuk melakukan penyadapan internet. Alasan yang di pakai kurang lebih adalah untuk mengantisipasi lebih dini ancaman teroris yang kemungkinan membahayakan negara. Ulah Snowden yang membocorkan rahasia itulah yang kemudian memaksa ia harus melarikan diri dari Amerika.

Di Timur Tengah, jejaring sosial juga memiliki peranan vital terutama sebagai alat untuk memobilisir massa guna mengganti rezim. Para teroris konon juga tak ketinggalan menggunakan perangkat canggih ini untuk merekrut dan menyebarkan ideologinya. Pendek kata, dunia maya kini memiliki peranan yang cukup kuat dalam menentukan kehidupan.

Tampoll Gubrak hari ini mewawancarai tak kurang dari 52 gubraker yang menggunakan sarana jejaring sosial sebagai salah satu alat berkomunikasi. Pertanyaan yang kami ajukan adalah :

"Pernah nggak sih, jatuh hati sama teman di dunia mayamu ???"

Dari 52 responden yang menjawab pertanyaan kami melalui pesan pendek. 57% menyatakan pernah. Sedang sisanya belum atau tidak pernah. Dari 57% itu 2/3 nya meningkatkan komunikasi melalui pertemuan di dunia nyata. Sedang sisanya menyatakan hanya nyaman berhubungan melalui dunia maya dan belum merasa perlu untuk bertemu. Kemudian dari responden yang bertemu muka dengan pasangan yang ia kenal melalui jejaring sosial itu 60%nya mengatakan mash berhubungan hingga kini dan menyatakan memiliki rencana untuk menikah.

Kami juga melakukan pendalaman apakah ada indikasi selingkuh dalam menjalin hubungan dengan teman dunia mayanya atau tidak. Penelitian ini tentu saja kami tujukan kepada responden yang sudah menikah atau telah memiliki pasangan. Dari 57% yang mengaku berpacaran dengan teman dunia maya, seperempatnya (14%) adalah responden yang telah menikah. Namun demikian tidak semua yang telah menikah itu berupaya untuk meningkatkan hubungannya ke jenjang yang lebih tinggi. Hanya 1/4 yang berpikir untuk menikahi selingkuhannya. Sisanya hanya mengatakan hanya sekedar iseng, untuk teman curhat dan lain sebagainya.

Jadi dari total responden kami (52 responden), mereka yang telah menikah lalu melakukan perselingkuhan hingga mencapai taraf ingin menikahi selingkuhannya berjumlah sekitar 3,5% (2 responden). Dengan kata lain, potensi perceraian atau kehancuran rumah tangga yang di sebabkan oleh jejaring sosial hanya sekitar 3,5%. Kecil memang, tapi ini hanya sekedar polling. Angka riilnya bisa saja lebih besar mengingat masalah selingkuh biasanya menjadi masalah rahasia. Pelaku cenderung tidak mau jujur, walaupun team kami sangat melindungi datanya.

Terlepas dari itu semua, sebagai Komunitas yang sebagian kegiatannya bertumpu pada media jejaring sosial, Gubrak Indonesia punya kewajiban untuk memberi pencerahan tentang bagaimana seharusnya menjadikan media ini sebagai ajang komunikasi yang positif.

Ada kutipan menarik dari beberapa responden kami :

"Walaupun pasangan kita yang terbaik, kadang kita merindukan sosok seperti itu (sosok yang di kagumi di dunia maya). Yang bikin hati kita selalu adem dan nyaman. (Tapi untuk bertemu atau Kopdar) Nggak lah. Akhirnya kita harus sadar bahwa manusia tidak ada yang sempurna. Yaah (aku) menganggapnya romantika kehidupan (saja)"

Ungkapan salah satu responden ini menurut kami sangat bijak. Setiap kita tentu butuh figur yang bisa di ajak bicara tentang hal hal tertentu yang tidak kita dapati dari pasangan. Akan tetapi hal itu tidak serta merta membuat kita lupa diri sehingga membahayakan kehidupan keluarga. Walaupun kita menemukan kenyamanan dengan dia, tapi mesti sadar juga bahwa dia juga tidak mungkin sempurna. Jadi, syukuri apa yang kita punya saja.

Adalagi ungkapan bijak dari responden kami :

"Kalau belum pernah ketemu, ngapain juga jatuh hati. Belum tentu dia seperti yang tergambarkan dalam akun fesbuknya. Foto bisa di buat, karakter bisa di rekayasa. So, tetap menginjak bumi bro..."


Team Polling Gubrak
~ Hafidz
~ Yuyun
~ Harun
~ Imam
~ Tari
~ Isti

Jumat, 21 Juni 2013

Rokok dan Perlawanan Terhadap Hegemoni Asing

Jum'at pagi kemarin (21/06) Team Polling Gubrak menggelar survey yang temanya tentang rokok, miras dan narkotika. Melalui sms kami mewawancarai tak kurang dari 75 Gubraker seIndonesia, dengan usia minimal 18 - 50 tahun. Dan hasilnya sebagai berikut :

A. Rokok

1. Perokok Aktif : 40%
2. Pernah Merokok : 20%
3. Tidak Pernah : 40%

B. Miras

1. Konsumen Aktif : 8%
2. Pernah Mengkonsumsi : 14%
3. Tidak Pernah : 78%

C. Narkotika

1. Konsumen Aktif : 5%
2. Pernah Mengkonsumsi : 10%
3. Tidak Pernah : 85%

*Pernah : Berarti pernah mengkonsumsi tapi saat ini tidak lagi.

Dari wawancara Tampoll Gubrak (Team Polling Gubrak) terungkap fakta bahwa rata rata konsumen rokok menghabiskan satu bungkus (12 batang) dalam satu hari. 94% mengkonsumsi rokok kretek (mengandung cengkeh), sisanya rokok impor atau rokok yang tidak menggunakan cengkeh sebagai bahan baku.

Temuan lain dari survey ini adalah pendapat tentang perlu atau tidaknya rokok di haramkan atau di larang. Pertanyaan ini terutama kami ajukan kepada mereka yang masuk kategori 'Tidak Pernah' mengkonsumsi rokok. Dan hasilnya, 60% responden yang bukan perokok menyatakan bahwa fatwa haram rokok tidak di perlukan. Alasannya karena agama tidak secara jelas melarang, dan juga faktor ekonomi di mana banyak sekali rakyat yang menggantungkan ekonominya dari industri rokok.

Untuk minuman keras dan narkotika, hampir kebanyakan responden menyatakan setuju itu di larang. Namun ada catatan penting mengenai apakah pemakai atau pengguna barang tersebut boleh di jerat hukum atau tidak. Untuk masalah ini (terutama narkotika), sebagian besar responden menyatakan bahwa konsumen tidak selayaknya di hukum. Yang harusnya di hukum adalah pengedar dan produsen barang barang itu.


 
Pict : kaskus.co.id
ROKOK, ASAP SURGA NAN MENGGIURKAN

Tidak jelas kapan pertama kali manusia mengenal tradisi merokok. Sumber tertentu mengatakan bahwa bangsa Indonesia pertama kali mengenal rokok ketika bangsa Eropa datang ke Indonesia. Namun bangsa Eropa sendiri konon bukanlah yang pertama kali mengkonsumsi rokok. Suku Maya di Amerika latin konon sudah mengenal tradisi merokok ribuan tahun lalu. Rokok oleh para tetua suku Maya di pakai untuk melakukan upacara upacara ritual. Apakah berarti suku Maya adalah manusia pertama yang mengkonsumsi asap temabakau itu ?. Belum tentu juga.

Terlepas dari persoalan di atas, industri rokok di Indonesia harus di akui sebagai salah satu industri terkemuka dan menjadi salah satu penyumbang pajak terbesar untuk negara. Setiap tahun cukai rokok (pajak) menyumbang pemasukan bagi negara tak kurang dari 100 trilyun. Ini data resmi dari pemerintah. Riilnya bisa jadi akan lebih dari itu. Angka yang cukup menggiurkan, bukan ?.

Tapi besarnya sumbangan yang di berikan pada negara nyatanya tidak linier dengan kesejahteraan para petani tembakau maupun buruh rokok di tanah air. Sebagaimana nasib buruh dan petani pada umumnya, nasib petani tembakau dan buruh rokok tetap saja kurang mendapat perhatian. Apalagi dalam banyak kasus, upaya untuk menghapus atau setidaknya melemahkan industri rokok terus di lakukan oleh sebagian pihak dengan alasan alasan tertentu. Misalnya, rokok secara medis di katakan lebih banyak merugikan daripada memberi manfaat. Alasan ini tentu harus di uji secara teliti dan komprehensif. Jangan sampai karena kesalahan menganalisa efek rokok, justru merugikan pelaku industri rokok yang jumlahnya sangat besar.


Perang Bisnis Rokok

Selain besarnya konsumen rokok dalam negeri yang menurut taksiran mencapai 30% dari jumlah penduduk, atau 40% versi survey Gubrak, produk berbahan baku tembakau dan cengkih ini nyatanya juga menjadi favorit di luar negeri. Di Amerika misalnya, 90% lebih masyarakat Amerika menyukai rokok jenis kretek buatan Indonesia. Kondisi ini yang dulu sempat membuat pemerintah Amerika gusar dan mengeluarkan regulasi yang intinya melarang rokok kretek dan rokok beraroma lainnya beredar di sana. Hal yang sama juga akhirnya di lakukan oleh negara Brazil dan beberapa negara lain seperti Selandia Baru.

Terlepas dari alasan medis, pemboikotan produk Indonesia ini konon lebih bernuansa persaingan bisnis. Seperti kita tahu, Amerika dan Brazil merupakan negara produsen dan konsumen rokok terbesar di dunia. Masuknya rokok Indonesia di anggap sebagai ancaman nyata bagi industri rokok mereka. Kenapa ?. Karena seperti yang kami tulis di atas, rokok kretek lebih di sukai konsumen daripada produk dalam negeri mereka. Jika ini di biarkan, maka kemungkinan besar industri rokok mereka akan gulung tikar karena di hajar kretek.

Kebijakan itu bukan satu satunya cara yang di lakukan asing untuk meruntuhkan hegemoni rokok kretek di dunia. Ada beberapa kasus yang patut di duga sebagai upaya menghancurkan industri rokok Indonesia.

Pertama, kampanye anti rokok oleh ICW

Lembaga anti korupsi ini di duga menerima kucuran dana dari Bloomberg Initiative untuk program kampanye anti rokok di Indonesia. Rp 400 juta lebih dana dari lembaga yang berbasis di New York itu di kucurkan. Dugaan lain, Bloomberg konon juga menggelontorkan dana milyaran ke sebuah ormas keagamaan dengan agenda yang kurang lebih sama. Walaupun tudingan ini tidak bisa di buktikan, akan tetapi aroma pelemahan industri rokok nasional begitu kentara.

Kedua, penguasaan saham mayoritas perusahaan perusahaan rokok nasional oleh asing

Setidaknya hingga saat ini ada 3 perusahaan rokok besar Indonesia yang sahamnya sudah di kuasai asing. Yaitu PT HM Sampoerna Tbk yang 98% sahamnya di miliki Philip Morris International, PT Bentoel Internasional Investama Tbk (99% saham di pegang BAT) dan terakhir Trisakti Purwosari. Ketiga perusahaan ini setidaknya menguasai 1/3 pangsa pasar rokok tanah air. Keadaan ini sungguh ironis. Walaupun perusahaan itu masih beroperasi di Indonesia, tapi sahamnya di tangan asing. Dan secara otomatis keuntungan dari industri ini lebih banyak di nikmati asing.

Ketiga, membanjirnya impor tembakau ke Indonesia

Data dari kementerian pertanian menyatakan bahwa pada tahun 2011 impor tembakau kita mencapai angka 507 ton. Sementara ekspor tembakau kita hanya berkisar 147 ton. Tragisnya, nilai impor ini dari masa ke masa mengalami peningkatan pesat. Dan pihak pihak yang paling banyak mengimpor tembakau dari luar negeri adalah perusahaan perusahaan rokok milik asing yang beroperasi di Indonesia. Jadi walaupun rokok kretek kita sukses bersaing di level dunia, tapi bahan bakunya tidak sepenuhnya di dapat dari lahan pertanian tembakau dalam negeri.

Itu dari segi kacamata bisnis. Dari segi medis, kita selalu di takut takuti dengan bahaya bahaya rokok yang terkadang cenderung berlebihan. Rokok di anggap biang keladi timbulnya berbagai macam penyakit. Kanker, impotensi, gangguan janin, kehamilan dan lain sebagainya. Bisa jadi ada benarnya, tapi kami pikir bukan faktor utama. Ada baiknya anda baca artikel ini agar bisa lebih obyektif.



Penulis tidak bermaksud ingin mengajak pembaca untuk membudayakan atau melestarikan kebiasaan merokok. Harus di tegaskan bahwa rokok bukanlah barang konsumsi yang vital seperti halnya makanan. Merokok hanya sekedar kegiatan hiburan belaka. Karena sifatnya sekunder, maka yang paling di perhatikan tentu saja bujet. Kalau tidak ada anggaran untuk merokok karena masih banyak kebutuhan yang di perlukan, sebaiknya tidak perlu merokok. Terutama bagi kalangan pelajar yang belum bekerja, sebaiknya jangan merokok. Anda tetap bisa keren, bisa berkembang dan bisa bergaul dengan leluasa walaupun tanpa merokok. Catat ya....

Kamis, 20 Juni 2013

Makanan Impor Bikin Goblok !!!

"Ojo pisan pisan nebang wit ringin pinggir sendang. Kui ono sing nunggu"
(Jangan coba coba menebang pohon beringin pinggir telaga. Karena itu ada penunggunya)

"Ojo bengak bengok tengah alas, mengko mundak kesurupan"
(Jangan berteriak di tengah hutan, nanti kamu kesurupan)

"Ojo mbuwang siso panganan, mengko anak turunmu podo padudon".
(Jangan membuang sisa makanan, nanti keturunanmu akan saling bertengkar)

"Ojo nganggo klambi karo mlaku, mengko gegayuhanmu ora kelaksanan".
(Jangan memakai baju sambil berjalan, nanti cita citamu tidak terlaksana)

Sambal Petai, makanan khas Indonesia (Pict : eatingasia.typepad.com )

Pernah mendengar nasehat nasehat seperti di atas ?.
Yang terkesan tidak masuk akal, berbau mistis dan asal asalan ?.
Ya. Ada banyak sekali nasehat nasehat yang oleh orang orang tua dulu di berikan kepada anak cucunya. Bagi kita yang hidup di era modern, di mana ilmu pengetahuan berkembang begitu pesat, nasehat nasehat itu terkadang di anggap sesuatu yang remeh temeh. Bahkan tak jarang sebagian kita menganggapnya sebagai bagian ajaran mistis, bid'ah atau malah musyrik yang bertentangan dengan ajaran agamanya. Sebagian lagi, yang menggandrungi pendidikan sekuler lagi menganut budaya modern dengan nada sinis mencerca "hare gene percaya klenik ??".

Memang, hak setiap orang untuk percaya atau tidak percaya dengan hal hal demikian. Karena apapun dan dari manapun sebuah petuah itu berasal, jika tidak menghasilkan manfaat, maka akan sia sia belaka. Jadi bukan klenik atau tidak, syar'ie atau tidak, bid'ah atau tidak, tapi apa yang di hasilkan dari sebuah peristiwa. Ibarat orang hendak bepergian, apapun kendaraan dan sarananya, asal bisa sampai tujuan, maka ia boleh di sebut telah menuju ke tempat yang tepat.

Dalam agamapun, sebuah tradisi seringkali di bangun dari sebuah pemahaman yang di anggap irrasional. Pengharaman babi misalnya, ternyata memiliki sejarah yang unik. Dahulu kala, babi merupakan makanan yang lezat dan menjadi favorit bangsa Yahudi. Mereka yang mengkonsumsi babi di anggap memiliki kelas dalam strata masyarakat. Kenapa ?. Karena tidak semua orang bisa merasakan lezatnya daging binatang itu. Selain harganya yang relatif lebih mahal, untuk mendapatkannya juga susah. Babi tidak bisa di pelihara di tempat tinggal mereka. Babi harus di datangkan dari daerah luar seperti Syria ataupun Mesir. Mahalnya daging babi inilah yang membuat para tetua Yahudi kemudian memutuskan untuk mengharamkan daging babi.

Jadi tidak seperti yang selama ini banyak di dengungkan orang. Yang keharamannya lebih di sebabkan karena bahaya yang terkandung dalam daging babi. Melainkan memiliki sejarah yang secara ilmiah sebenarnya bisa di jelaskan. Sayangnya, sedikit dari kita yang mau menyelidiki dengan bijak maksud dari pengharaman daging babi. Mereka yang kurang kreatif hanya sekedar beralasan bahwa itu perintah Tuhan.

Sama halnya dengan nasehat nasehat orang dulu yang oleh banyak anak anak muda sekarang di anggap sebagai sebuah kepercayaan kuno dan mistis. Sebagian kita tidak bersedia menelisik lebih jauh tentang maksud dari semua petuah itu.

Misalnya nasehat untuk tidak menebang pohon di pinggir telaga. Nasehat itu tidak sekedar di landaskan pada ada atau tidaknya roh halus penunggu hutan. Tetapi karena sudah melewati penelitian dan pengalaman yang panjang. Dalam teori ilmu modern, keberadaan pohon di sekitar oase memiliki peranan yang sangat vital. Akar dari pohon itu berfungsi sebagai alat radar pencari sumber air. Akar pohon selalu bergerak menuju tempat di mana cadangan air melimpah. Dia juga berfungsi sebagai pembuka jalur aliran air. Jadi kalau pohonnya di tebang dan mati, jalur air akan terhenti dan telaga lambat laun akan menyusut.

Lantas kenapa menasehatinya dengan cara yang tidak masuk akal dan cenderung menakut nakuti ?. Seperti yang kita tulis di atas, bahwa yang utama adalah tujuannya. Bukan proses atau alat yang di pakai untuk mencapai tujuan. Orang orang dulu masih terbelakang. Ilmu pengetahuan belum berkembang. Mereka cenderung lebih patuh jika di takut takuti daripada di jelaskan secara ilmiah. Berbeda kondisinya dengan jaman sekarang. Yang semua hal menuntut penjelasan logik.

Sekali lagi, yang terpenting adalah tujuan. Penjelasan yang rasional belum tentu mengantarkan sesuatu pada tujuan sebab masih banyak faktor yang membuat seseorang terpaksa melanggar. Ambil contoh kasus pembalakan hutan. Siapa yang tidak tahu kalau penggundulan hutan akan mengakibatkan bencana bagi umat manusia ?. Semua orang tahu, tapi nyatanya perusakan hutan tetap di lakukan. Maka dalam kasus ini, penjelasan ilmiah ternyata juga bisa gagal. Sementara orang dulu dengan cara sederhana dan sedikit menggunakan sentuhan mistis, nyatanya berhasil. Jangankan menebang hutan, berteriak atau sekedar bersiulpun tidak boleh. Karena mereka takut terkena kutukan dari perbuatannya. Penjelasan irrasional dalam kasus tertentu nyatanya lebih efektif.

Kaitannya jargon di atas. Makanan Impor Bikin Goblok. Ini hanya sekedar satu contoh sindiran saja. Agar kita mencari cara untuk meningkatkan kemampuan dalam bidang swasembada pangan. Secara logika, semua dari kita paham bahwa masalah pangan bukan sesuatu yang rumit. Kita memiliki lahan luas, tanah subur, air cukup, yang memungkinkan kita untuk mandiri di bidang pangan. Namun demikian, ternyata segala pengetahuan yang logik itu tidaklah serta merta menjadikan kita mampu mewujudkannya, bukan ?.

Impor pangan masih terus berlangsung, kelangkaan bahan makanan masih menjadi momok bagi kita semua. Tak jarang kita justru merasa enjoy dengan mengkonsumsi barang barang impor yang manfaatnya kadang biasa biasa saja. Hanya karena merasa ada prestise saja, kita begitu menggilai produk asing. Padahal jika kita mau, kita bisa membuat produk itu dengan manfaat dan citarasa yang lebih hebat.

Secara teoritis, jargon 'makanan impor bikin goblok' memang tidak rasional. Tapi jika kita pelajari lebih luas lagi, ada kebenaran di balik itu. Di sana ada nasehat tentang ketahanan pangan, di sana ada kepentingan ekonomi, dan di sana juga ada alasan yang menjelaskan secara medis.

Orang cerdik pandai bersabda :

Obatmu ada dalam dirimu, tetapi kau tak melihatnya
Penyakitmu ada dalam dirimu tapi kau tak menyadarinya
Kau sangka dirimu materi yang mungil,
padahal di dalam dirimu terangkum alam yang besar

Kalimat di atas memiliki makna yang luar biasa luas. Obatmu ada dalam dirimu, tetapi kau tak melihatnya. Penyakit dan obat di ciptakan berdampingan. Penawar bisa ular berada dalam diri ular. Demikian juga dengan penyakit yang lain. Obatnya sudah pasti berkaitan dengan sumber penyakit itu sendiri. Makanya ketika ada lalat masuk ke dalam minuman, kita di anjurkan untuk mencelupkan sekalian binatang itu sebelum kita buang keluar.

Maka, menjadi ironis ketika kita di cipta dari benih kedua orang tua, yang keduanya memakan hasil bumi di sekitarnya, meminum air dari sumber tanah sekitarnya, di sembuhkan dari segala penyakit berkat obat di sekitar, tetapi kita sendiri dengan begitu percaya dirinya mengkonsumsi sesuatu yang berasal dari luar tanah air kita. Karena obatmu ada dalam dirimu, maka ketika dalam dirimu sudah di cemari dengan apa apa yang berasal dari luar habitatmu, kemana lagi kamu mencari obatnya.

Air yang paling mujarab bukan air yang berasal dari pedalaman hutan amazon
Bukan pula dari aliran sungai Gangga di India
Atau dari pancaran oase negeri Mekah
Tapi air yang paling mujarab ada di sekitarmu

Makanan paling lezat dan membuat otakmu cerdas
Bukan pizza dari Italia
Bukan ayam yang di bumbui khas Amerika
Bukan apapun yang berasal dari luar sana
Tapi makanan yang akan membuatmu sentausa ada di sekitarmu

Obat yang paling manjur
Bukan yang berasal dari negeri tirai bambu
Bukan obat kimia yang di ciptakan ahli medis barat
Bukan....bukan...
Tapi obat yang manjur adalah yang berada di sekitarmu

Para cerdik pandai terdahulu
Yang menciptakan Borobudur dengan demikian megahnya
Yang melintasi satu samudra ke samudra lain
Yang merangkai pulau satu dengan yang lain
Yang membentuk kerajaan besar dan di segani dunia
Asupan dalam otaknya bukan berasal dari negeri seberang
Tapi dari hasil yang keluar di bumi sekitarnya

Lalu,
Masihkah kita gandrung dengan makanan asing ?

Rabu, 19 Juni 2013

Petani Kapan Bisa Kaya ?


Oleh : Komandan Gubrak

BBM naik, kebutuhan lain juga kemungkinan akan naik. Begitu kira kira kekhawatiran yang kini di rasakan sebagian masyarakat kita. Belum naik saja harga harga bahan pangan sudah merangkak, bagaimana jika nanti BBM benar benar di putuskan untuk naik ?.

Kekhawatiran yang tentu saja masuk akal. Apalagi bagi masyarakat yang secara ekonomi berada di bawah garis kemiskinan. Kenaikan harga pangan, barang dan jasa tentu akan membuat mereka lebih menderita lagi. Begitu juga dengan masyarakat yang masuk dalam kategori hampir miskin. Efek kenaikan harga di atas sudah pasti akan melemahkan daya beli mereka. Dan jika tidak di tangani dengan baik bakal berakibat pada makin besarnya jumlah warga miskin di Indonesia.

Kenaikan harga BBM atau pengurangan subsidi memang kebijakan yang dilematis. Ibarat simalakama, di makan bikin penyakit, tidak di makan perut melilit. Di naikkan, efeknya luar biasa bagi daya tahan masyarakat. Tidak di naikkan, beban subsidi yang di tanggung negara akan semakin berat. Tahun ini saja subsidi energi kita sudah di atas 200 trilyun pertahun. Dan tahun tahun selanjutnya di pastikan akan terus mengalami pembengkakan akibat pertumbuhan jumlah kendaraan dan faktor harga minyak dunia yang juga terus meningkat.

Bagi negara negara yang memiliki cadangan minyak berlebih, kenaikan harga minyak tentu bukan masalah besar. Kenaikan harga minyak mentah bagi mereka justru merupakan berkah tersendiri. Karena dari situ pundi pundi pemasukan negara bisa terus di tingkatkan. Namun berbeda halnya jika itu menyangkut negara negara yang kebutuhan minyak dalam negerinya lebih besar dari cadangan yang di miliki. Kenaikan harga minyak berarti malapetaka. Itu yang kini menimpa bangsa Indonesia.


KEBIJAKAN ENERGI YANG SALAH

Jika dari awal para pemangku negeri ini serius menyelesaikan masalah energi, tentu keadaannya tidak separah ini. Inflasi tinggi, daya beli melemah, kemiskinan merajalela, APBN dalam bahaya, dan yang lebih menyedihkan lagi adalah masalah stabilitas politik dan keamanan. Momen kenaikan harga BBM seringkali hanya mengundang protes masyarakat, memicu kekerasan dan salah salah menjadi momentum bagi kejatuhan sebuah pemerintahan.

Sejak awal tahun 2000an Indonesia bukan lagi menyandang status eksportir minyak, tapi importir minyak. Dan itu setiap tahunnya mengalami kenaikan secara signifikan. Sayangnya, respons pemerintah menghadapi krisis semacam ini sangat lambat. Padahal kita memiliki energi alternatif lain yang bisa di kembangkan tanpa harus di pusingkan dengan minimnya cadangan minyak. Kita memiliki cadangan gas yang di perkirakan mencapai 90 milyar barel dan mampu mensuplai kebutuhan energi dalam negeri dalam kurun waktu 18 tahun. Kita juga punya cadangan batubara 12 milyar ton dan menjadi negara penghasil batubara terbesar ke 13 di dunia. Dan apabila kita tidak mau memanfaatkan sumber energi yang berasal dari perut bumipun, kita masih memiliki cadangan energi lain yang melimpah lagi terbaharui. Ada energi panas bumi yang potensinya mencapai 40% dari total energi panas bumi yang ada di dunia. Energi angin, matahari, energi yang berasal dari tumbuh tumbuhan. Jadi, tidak ada yang perlu di khawatirkan bukan ?.

Masalahnya tinggal bagaimana pemerintah mengolah dan mengkonversikan saja. Ambil contoh konversi minyak tanah ke gas, walaupun awalnya masyarakat masih sanksi, toh kebijakan itu hingga detik ini cukup efektif. Minimal kita tidak perlu mengimpor gas seperti halnya impor minyak. Seharusnya ini juga bisa di lakukan. Pemerintah bisa memaksa pabrikan kendaraan untuk membuat kendaraan yang berbahan bakar gas atau berbahan apa saja yang tersedia melimpah di negara ini. Daripada harus di pusingkan dengan masalah kenaikan BBM yang efeknya memukul perekonomian masyarakat.


BBM NAIK, SEMBAKO NAIK

Dahulu kala, jumlah petani Indonesia adalah yang terbesar di antara profesi lain. Sekitar 60%. Namun seiring laju pertumbuhan sektor industri, jumlah petani kita terus menerus tergerus. Dan sekarang tinggal 35%. Inipun SDMnya memprihatinkan karena sebagian besar petani kita adalah mereka yang umurnya rata rata di atas 40 tahun. Sangat jarang kita temui anak anak muda yang mau menjadi petani. Belum lagi masalah tehnologi pertanian kita yang seolah tidak ada peningkatan signifikan. Padahal di sisi lain, kebutuhan akan pangan setiap saat terus meningkat.

Sejak jaman nenek moyang, negeri ini sudah menjadi negara agraris. Tanah yang subur, air yang melimpah dan sumber daya manusia yang cukup. Tapi nyatanya untuk memenuhi kebutuhan pangan, kita selalu saja mengalami masalah. Ibarat ayam mati di lumbung padi. Negeri yang subur ini dalam banyak kasus terpaksa harus mengimpor bahan makanan dari luar negeri. Alasannya macam macam. Serangan hama, pengairan yang sulit, gagal panen dan sebagainya.

Tragis sekali.  Kelangkaan bahan makanan, solusinya adalah dengan cara mengimpor dari negara lain. Pemerintah seolah sudah cukup merasa nyaman jika barang tersedia di pasaran dengan harga murah pula. Tapi di sisi lain tidak pernah berfikir bahwa kebijakan itu sesungguhnya telah mematikan pelan pelan industri pertanian kita. Kenapa ?

Pertama, impor pangan menghancurkan semangat bertani masyarakat kita. Mereka yang semula gembira karena hasil jerih payahnya di hargai tinggi terpaksa harus gigit karena ketika panen produk mereka di jatuhkan oleh barang impor. Dan ini bukan hanya sekali dua kali. Tapi berkali kali. Pemerintah lebih mementingkan kepentingan kaum mampu daripada memberi kesempatan pada kaum petani menikmati keuntungannya. Kalau begini caranya, sangat wajar jika semakin hari semakin berkurang warga masyarakat yang menjadi petani.

Kedua, impor pangan secara tidak langsung melestarikan urbanisasi. Rendahnya penghasilan sebagai petani tentu saja akan memaksa masyarakat pedesaan yang notabene petani untuk mencari lahan pekerjaan lain yang di anggap mampu menaikkan taraf hidupnya. Dan tujuan utama mereka adalah tempat tempat dengan sumber ekonomi lebih layak. Dan salah satunya adalah perkotaan.

Ketiga, impor pangan mematikan kreatifitas di bidang pertanian. Pepatah mengatakan, kesulitan membuat otak kita jalan dan kemudahan hanya menghasilkan kemandegan. Sulitnya pasokan air sudah tentu mendorong kita untuk mencari cara bagaimana air tersedia. Minimnya hasil pertanian akan mendorong manusia untuk kreatif membuat riset untuk menciptakan sistem bercocok tanam yang bisa memberi hasil maksimal. Dan masih banyak lagi.

Kaitannya dengan kenaikkan harga BBM yang kemungkinan besar akan memicu kenaikkan harga pangan. Tentu kita harus berfikir obyektif. Logika yang mudah saja, semahal mahalnya pangan, jika itu di hasilkan oleh para petani kita, bukankah itu akan meningkatkan kesejahteraan petani kita juga ?. Kalau bertani adalah pekerjaan yang menggiurkan, bukankah secara otomatis akan mengurangi urbanisasi ?. Jika di desa, perekonomiannya terkatrol akibat moncernya hasil produk pertanian, bukankah itu berarti pembangunan akan lebih merata ?.

Di negara yang bertitel negara industri, mereka yang bekerja di bidang industrilah yang menikmati kemapanan. Di negara yang bertitel negara jasa, pekerja jasa adalah kelas masyarakat yang bertaraf hidup layak. Bahkan di tempat yang bertitel kawasan judi, para penyelenggara perjuadianlah yang makmur. Tapi kenapa di negeri yang agraris, justru petaninya yang paling miskin ??

Senin, 17 Juni 2013

Ketika Nabi Menangis

Oleh : Gus Nuril Arifin

Rahasia di balik Rahasia Ilmu Semesta

Sahabat Bilal bin Rabbah adalah bekas seorang budak hitam yang dibebaskan oleh sayyidina Abubakar dari bekas tuannya Muawiyah Abu Shofyan. Ketulusan hati dan keimanannya ternyata membuat dirinya di muliakan Allah dan nabinya. Dan suara emasnya justru menjadi keajaiban dunia. Sehingga konon Neil Amstrong ketika di bulan sempat merekam sebuah suara adzan yang demikian mendayu dayu. Yang akhirnya  menggerakan hati sang astronot AS itu masuk 'Islam'. 

Pagi itu hati Bilal gelisah. Biasanya sebelum adzan di kumandangkannya, Bilal sudah menemukan rasul di masjid nabawi dan sudah i'tikaf serta sholat beberapa kali. Namun kali ini adzan sudah hampir habis dia tidak menemukan sosok junjungannya. Bahkan setelah selesai adzan subuhpun rasul belum muncul untuk mengimami sholat. Setelah ditunggu bersama sahabat yang lain seperti Sayidina Abu bakar, Umar, Ali juga Abu Hurairoh beliau juga tidak muncul, beberapa sahabat  kemudian mengutus Bilal menjenguk rasul.

Sang pemilik suara emas itu beberapa kali mengetuk pintu rumah nabi yang tidak begitu jauh dari masjid Nabawi. Selang beberapa saat rasul membukakan pintu dan terlihatlah wajah nabi yang sembab berlinang air mata. Bilal yang khawatir dengan keadaan nabi kemudian bertanya :

" Ada apa ya rasulullah ?".

Dia tidak tidak pernah melihat rasul berperilaku demikian. Ketika anak kesayangan wafat, ketika sahabat sahabat yang dicintainya gugur sebagai syuhadapun beliau tidak menangis berlebihan. Paling hanya menitikan air mata di pipi dan lalu di hapusnya.

Sejurus kemudian rasulullah berkata : "aku menerima wahyu yang berkaitan dengan ilmu dan alam ini wahai sahabat. Dan betapa kandungan wahyu itu demikian dahsyatnya"




      

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (190)

“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.” (191)

Bilal yang baru mendengar wahyu itu bertanya tanya tak mengerti, apa gerangan yang membuat nabi menangis. Toh makna dari wahyu itu biasa biasa saja ?

Asror (Rahasia Ilmu)

Saudaraku...
Dari sini saya mulai menyadari kenapa sayidina Abbas Ra, paman rasulullah memohon kepada rasul untuk didoakan agar mengenal sir dan asror nya ayat Al Qur'an. 

Maka dengan doa "allahumma faqqih hu fi addiini wa 'allamahu ta'wila", tidak seorangpun mushonif berani menulis buku tanpa bertanya kepada sayyidina Abbas. Juga tak seorang mufasir berani menafsirkan al Qur'an tanpa bertanya kepada beliau. Karena ternyata kandungan ayat ayat al qur'an itu tidak bisa di jamah dengan artikulasi keilmuan biasa. Seseorang tidak mungkin mampu menafsirkan ayat al Qur'an secara sempurna kendatipun menggunakan tujuh benua sebagai kertasnya dan tujuh lautan samudera sebagai tintannya. Oleh sebab itu tafsir akan ayat ayat Allah ini akan berkembang,dan Allah sendiri membuka pintunya untuk melakukan ijtihad.

Membatasi tafsir dan terlalu membelenggu maknanya hanya akan merendahkan kandungan Al Qur'an. Karena memang rahasia ayatnya hanya Nabi yang tercintalah yang mampu menafsirkannya. Nabi adalah pembawa berita. Menjadi logos dan perantara Allah dalam menyapaikan kalam kalam sucinya. Sementara itu kita dan para ulama setelahnya hanya mampu meraba dari tafsir yang ada dan menambah atau menyesuaikan dengan kondisi kekiniannya.

Selama banyak diperdebatkan oleh kalangan ulama yang memegang teguh atas tafsir nash nash alqur'an berdasarkan tafsir kitab kitab kuning (kuno) tentang boleh tidaknya membuka pintu ijtihad. Dan harus diakui semenjak munculnya dominasi Sunni atas Mu'tazilah, perkemabangan ilmu tafsir di dunia Islam nyaris mengalami kemandegan. Kota kota besar yang merupakan ladang keilmuan seperti Basrah, Iran serta Mesir juga kota lain di jazirah arab dulu sempat melahirkan imam imam besar seperti Imam Malik, Imam Syafi'i, Imam Ibnu Hambal dan Imam Ibnu Abu Hanifah nyaris beku. Apalagi pasca dinasti Abbasiyah dan Kesulthanan Usmani di hancur leburkan oleh Inggris dan Perancis atas bantuan anak kandung Khawarij, yang belakangana dikenal denagan sebutan Wahabiyah.

Pengembaraan ilmu sebagaimana yang dilakukan oleh Imam Syafi'i sudah jarang terjadi. Khasanah khasanah madrasah keilmuan sebagaimana yang dibuka oleh Imam Abu Hanifah juga jarang muncul. Tulisan ini tidak atau belum membahas soal ini, melainkan untuk menuju kepada proses keilmuan wahyu yang di turunkan Allah kepada Rasul, sehingga sahabat bilal heran melihat bekas air mata nabi yang demikian menyiratkan ketakutan dan kenyerian. Apalagi sahabat Bilal paham dengan ketahanan fisik dan batin rasul. Ketika mengalami luka parah dalam perang Uhud, ketika harus di asingkan oleh kaum musyrik Makah dan bahkan ketika ditinggal oleh sang istri tercinta Siti Khadijah serta pamannya, Abu Tholib,  rasul tidak menampakan wajah menderita seperti itu.

Bagi Nabi, ayat di atas memiliki arti yang dahsyat. Penciptaan bumi yang di kemukakan Allah ini kelak akan melahirkan ilmu bumi dan astronomi dan ilmu ilmu yang lain. Mulai pertambangan, pertanian hingga ilmu ilmu yang belum terkuak waktu itu. Allah sudah menunjukannya dalam bentuk kalam, tersirat dan tersurat beserta  rahasia rahasiaNya. Betapa Allah mengemas bubur panas perut bumi yang memiliki tingkat panas luar biasa dengan bumi yang berlapis lapis. Di dinginkan dengan lautan yang berjumlah tujuh samudera diatasnya. Kemudian ketika mendapatkan panas dari matahari yang menjadi poros bumi, lahirlah uap yang menggumpal di angkasa, kemudian jatuh ke bumi berupa hujan yang menyuburkan tanah. Allah juga mempusakai bumi dengan gunung gunung agar tidak goncang akibat perputaran bumi itu sendiri dan juga ketika berputar mengelilingi matahari. 


Rahmat Di Balik Ayat Pergatian Siang dan Malam

Surat Ali Imron ayat 190-191 tersebut memang bagi Bilal biasa saja. Apalagi bagi ulama ulama biasa dan orang awam. Karena hanya menyebutkan sebuah siklus yang setiap hari terjadi. Sejak zaman Nabi Adam bahkan barangkali sebelum ada penciptaan manusia, pergantian siang dan malam itu adalah hal yang wajar. Bahwa siang ada sinar matahari bersinar, yang tingkat panasnya bergantung musim. Jika musim panas maka bisa saja panasnya mencapai 58 derajad celsius, semisal daerah Mekah. Kemudian kalau musim dingin bisa sampai minus 5 derajad. Bahkan di Beijing pada bulan Desember bisa mencapai minus 11 derajad celcius. Hingga saking dinginnya melahirkan salju. Sesuatu yang tidak pernah terjadi di daerah tropis yang hanya memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kering.

Namun bagi nabi tafsirannya sangat berbeda. Nabi yang pernah diperjalankan oleh Allah melintasi galaksi, menembus atmosfir bumi hingga ke langit lapis tujuh ini menakwilkan ayat di atas dengan frame of reference yang demikian dalam. Perjalannan menembus alam semesta yang dikehendaki Allah sebagaimana ayatnya :
 سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِير
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ   ( - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/03/tafsir-al-isra-ayat-1-11.html#sthash.8vMQKyRD.dpuf
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/03/tafsir-al-isra-ayat-1-11.html#sthash.8vMQKyRD.dpuf
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/03/tafsir-al-isra-ayat-1-11.html#sthash.8vMQKyRD.dpuf
Rasul yang di perjalankan atas kehendak Allah untuk melihat secara syar'i, haqiqi dan ma'rifati kejadian pembuatan alam lewat perlintasan perjalanan dalam kecepatan cahaya.

Tentu saja perjalanan serupa ini sudah menjadi jamak di zaman sekarang. Terlebih setelah diketemukannya pesawat ulang alik, sistem komunikasi yang demikian canggih sampai pada batas batas yang samar. Tetapi pada zaman itu ayat yang menjelaskan isro' wal mi'roj ini sangat di luar akal sehat. Hanya seorang sahabat nabi sekelas Abu Bakar yang di tempeli pohon iman yang tangguh dan besar sajalah yang mempercayainya.
 
Penciptaan Bumi
  
Berbeda dengan Nabi yang memiliki tingkat pemahaman seorang rasul bahkan menjadi imamnya para Nabi, semua kejadian alam dan proses penciptaan alam ini terserap dalam perjalanan suci ke sidrotul Munthaha itu ilmu pengetahuan kemudian semakin memperkaya penafsiran dan membenarkan semua itu. Sehingga kita menjadi faham kenapa sahabat Bilal khawatir, kenapa Nabi menangis. Dia mengira nabi agung itu mendapatkan teguran dari Allah. Padahal sebenarnya Nabi di bawa oleh Allah dari awal penciptaan hingga akhirnya kelak. Dan pada pemahaman kejadian bumi yang demikian hebat itu, nabi menyampaikan dengan cara sederhana. Hanya disertai pesan. Jika engkau mewarisi dua hal, kitabullah dan sunnahm maka keselamatan akan menyertaimu.

Pesan ini banyak melahirkan tafsir pula, tetapi demi melihat ayat Alqur'an : "yarfa'illahul ladzina amanu minkum waladzina uthul ilma darojad" maka titik berat dari pesan nabi itu justru kepada kalimat yang membukakan pintu ijtihat dan ilmu untuk menafsirkan secara mendetail. Kenapa tidak dijelaskan pada saat sepulang Nabi dari isro' wal mi'roj ?

Tentu semua itu menjadi pertimbangan Nabi yang bijaksana. Masyarakat saat itu mendengar isro' wal mikroj saja menganggap sebagai berita bohong dan penuh isapan jempol. Apalagi menjelaskan ilmu pengetahuan yang bertele tele. Kalau dengan cara cara yang mudah dan masuk akal saja nabi dianggap sebagai gila,tukang sihir dan julukan yang buruk bagaimana kalau menjelaskan dengan kaidah pengetahuan modern yang banyak membutuhkan penelitian ?

Maka kaum Muslimin dan bangsa dunia ini patut bersyukur atas ilmu pengetahuan yang senantiasa ditambahkan Allah kepada manusia sehingga menemukan pemahaman yang sangat memajukan kehidupan mereka di dunia ini. Sebagaimana di fahami lebih dari 6 milyar manusia yang hidup di alam semesta (bumi) ini yang menemukan bahwa bumi tidak datar, melainkan cenderung lonjong atau bulat yang tidak sempurna. Kemudian manusia membagi dan menamai bagian atasnya dengan sebutan Kutub Utara dan bagian bawahnya di sebut Kutub Selatan. Namun ada yang berpendapat pembagian kutub ini sudah berubah tempat dan kedudukan,.beberapa ayat dari Surat Alqur'an menyebutkan adanya pergeseran. (insya Allah di bahas mendatang)

Bumi yang berputar kencang dan berporos pada dirinya sendiri itu memiliki kecepatan kurang lebih 1.669 km/jam nya. Namun selain berpusing pada dirinya juga mengitari matahari sebagai pusat galaksi dengan kecepatan 107.000 km/jam dengan jarak 150 000 000 km.  Nabi melihat itu dengan angka angka yang jlimet dan jarak yang demikian teratur. Bagaimana kalau seandainya jarak putar bumi dengan matahari lebih pendek sebagai mana Mars atau Venus. Pasti kita bakal melihat bumi akan membara sebagaimana hasil penelitian  ilmuan bahwa Mars tidak mungkin di huni manusia,karena demikian panasnya.

Dan Bumi melakukan gerakan ajaib ini sesungguhnya karena bertasbih kepada Allah. Para ilmuwan memahami ini sebagai bentuk ikatan tali ajaib yang tak tampak atau di kenal sebagai gravitasi. Dengan ikatan tak tampak itulah matahari menjadi sentra pengembaraan alam semesta galaksi Bimasakti. Lengkap dengan planet  planetnya yang bernama Merkurius, Mars, Venus, Bumi, Saturnus, Uranus, Yupiter dan Neptunus serta Pluto.

Dalam ilmu fisika ini kita banyak menerima informasi bahwa planet terdekat matahari adalah Mars atau Mercurius. Demikian panasnya sehingga tidak memungkinkan adanya kehidupan dan tidak ada air. Kalaupun ada, maka air itu akan menguap sedemikian cepatnya. Sedangkan sebaliknya di planet Pluto kita juga tidak atau belum menemukan kehidupan karena beku. Jika manusia di kirim ke Pluto tanpa alat bantu, tentu akan membeku. Apalagi manusia itu terdiri dari darah dan daging yang kandungan zat cairnya mencapai 60-80%. Bisa anda bayangkan bangaimana darah kita membeku dan membekukan jantung kita ?

Dan ternyata galaksi kita tidak sendirian di alam semesta. Jalur penerbangan yang di lewati nabi memiliki milyaran bahkan trilyunan atau malah trilyun trilyun galaksi. Ilmuwan mengelompokan galaksi galaksi itu dalam sebuah cluster yang berisi satu milyar galaksi. Satu milyar cluster kemudian disebut super cluster, selanjutnya bisa saja dinamai mega cluster dana seterusnya.

Pelacakan Ibrahim

Maka Alqur'an menganjurkan kita untuk mempelajari ciptaan Allah. Sering memandang ke langit mengikuti jejak sang pencari Tuhan, Ibrahim As. Ibrahim juga tidak langsung faham. Karena begitu melihat Matahari yang demikian hebat sinarnya sehingga mampu membagi cahayannya dengan rata, menumbuhkan tanaman dan memberikan energi tiada terkira, menganggapnya sebagai Tuhan. 

Namun 'Tuhan' itu ternyata kalah ketika rembulan muncul. Maka Tuhan Ibrahim menjadikan rembulan yang demikian eloknya, memberikan sinar dengan indah tanpa sengatan yang menghitamkan kulit sebagai perwujudan Tuhan. Namun ketika pagi menjelang dan cahaya yang elok itu sirna oleh pancaran matahari, Ibrahimpun berpikir bahwa itu bukan Tuhan. 

Dan benar Ibrahim mengambil kesimpulan bahwa pembuat matahari dan bulanlah Tuhan yang besar dan benar. Pengalaman ini menunjukan bahwa manusia sekelas Ibrahimpun mengalami proses pencarian dengan angka kesalahan juga. Bagi kita sekarang dan ilmu pengetahuan menampilkan fakta bahwa melalui pandangan mata telanjang, terlihat bintang sebagai pelengkap matahari dan rembulan itu kecil. Hingga cahanaya hanya sebatas kerlap kerlip. Tapi hakekat sebenarnya tidaklah kecil. Bintang bintang itu sebenarnya adalah titik titik sentral galaksi yang bernama matahari. Yang ukurannya mungkin jauh lebih besar dari matahari kita. Bahkan ada matahari dari galaksi tetangga yang ukuran mataharinya mencapai 1.500 kali matahari kita. Dan jumlahnya dalam satu galaksi tidak hanya satu. Tetapi kenapa kelihatan kecil ?. Bukankah besarnya mencapai ratusan ribu kali lipat bumi kita ?. Ilmu pengetahuan menjawab bahwa jarak terdekat galaksi kita dengan galaksi lainya sekitar 8 tahun cahaya.

Bayangkan kecepatan cahaya adalah 300.000 km /detik, kalau di kalikan 8 tahun berapa jaraknya ?. Kira kira sekitar 75 trilyun kilometer. Maka sesungguhnya ketika matahari atau bintang yang kita lihat hari ini sesungguhnya bukan matahari hari ini, karena mereka sudah berjalan sekian trilyun kilo meter. Hebat bukan ?

Oleh sebab itu Allah memuji dirinya sendiri dengan menyebut Subhanalladzi asro bi abdihi. Karena kesucianNyalah yang mampu menggerakan hambaNya dalam sehari semalam menempuh waktu tempuh yang sangat spektakuler. 

Semua yang saya jelaskan diatas itu adalah langit langit bumi. Belum menjangkau langit ketujuh. Kalau menempuh perjalanan ke galaksi atau bintang terdekat saja 8 tahun cahaya, lalu berapa tahun kalau dilakukan perjjalanan sampai menembus langit ketujuh.

Baiklah sebagai ilustrasi kita bikin hitung hitungan kalau 8 tahun cahaya saja membutuhkan jarak 75 trilyun km (8 th x365 harix24 jamx60 menit x 60 detik x300 km) berarti kalau kita menempuhnya dengan kecepatan pesawat terbang supersonik atau chalenger sekalipun yang kecepatan maksimalnya adalah 20.000 km/jam, maka membutuhkan waktu 75 trilyun km di bagi 20.000. 428 tahun lebih. Sampai di tujuan sana kah anda ?

Di sini Allah tidak sombong, bahkan kalau sombongpun boleh (karena memang namanya sendiri adalah Mutakabir). Allah layak sombong karena waktu yang demikian jauh menjadi tidak berarti ketika rasul di perjalankan bukan hanya menembus jarak antar galaksi, tetapi melewati semesta bumi yang terdiri dari bermilyar milyar galaksi, menuju semesta langit kedua lapis ketiga hingga lapis terakhir, dan di hadapkan oleh Allah sendiri pada singgasana suci, Sidrathul Muntaha. Subhanallah...

Betapa Rosul tidak menangis diingatkan kembali menjelang akhir hayatnya dengan ringkasan perjalanan luar biasanya ini ?.
Bagaimana denganmu ?
Sudahkan anda melakukan perjalanan serupa ?
Sudahkan anda menjadikan sholatmu sebagai mikrojul lil mukminin ?
Bagaimana rasul tidak menangis ketika Allah menyediakan sarana menuju ke Sidrotul Muntaha itu tanpa bersusah payah bagi umat Muhammad yakni dengan sholat saja ?.

"Ash sholatu mi'rojul lil mukminin"

Bagaimana rasul tidak menangis, ketika di hadapan segala berkah dan nikmat. Mendapat dekapan hangat dengan ucapan mesra sang Kholiq: "Assalamu alaika ayyuhan nabiyu warohmatullahi wabarakatu" ?

Sang Musa yang memiliki 14 mu'zizat, bahkan ikan asin saja bisa hidup kembali. Tapi tidak tahan melihat cahaya dan hijab Allah. Musa bahkan pingsan ketika menerima the ten commandemen (10 perintah Allah). Tetapi Nabi Muhammad tidak. Bahkan beliau berdialog. Sehingga memperoleh sebuah jalan kehormatan bagi hambannya untuk bermi'roj kepadaNya, yaitu lewat sholat. Subhanallah...

KH Nuril Arifin